Wanita Tuan Presdir
''Cantik" puji Vannya dengan senyuman merekah.
Tampaknya wanita itu mengerti, dia menunduk malu-malu sambil menyentuh jepit rambutnya. Di banding dengan pasien lain, bibi ini adalah yang paling bersih, bahkan Vannya bisaenvium aroma harum dari rambut yang sudah mulai memutih itu.
"Nanti jika aku sudah bisa keluar dari sini, aku janji akan berikan bibi jepit rambut supaya bisa di ganti setiap hari" Vannya tersenyum ceria, ia serius dengan perkataanya itu. "Berdoa saja suamiku bisa menemukanku disini, suapaya aku bisa keluar dan membeli banyak jepit rambut"
"jepit rambut banyak?" Bibi tua itu bertanya dengan wajah polos, Vannya sontak mengangguk dengan senyuman yang masih mengembang indah.
Bab Populer