Bujang Lapuk ( Malam Pertama dengan Om Perkasa )
"Sekali lagi, dia tak waras. Aku hanya mencintaimu, Ke. Dari segi apa pun, kau jauh lebih cantik, lebih baik, dan lebih sempurna dari wanita mana pun. Jika Endang sudah gila, aku masih waras. Jadi, tak ada yang perlu dikhawatirkan. Kita fokus dengan anak-anak dan keluarga kita. Kau mengerti?"
Bujang mengusap air mata Keke dengan jempolnya.
Keke mengangguk.
"Bagus. Jangan terlalu difikirkan, hidup itu tak selalu berjalan mulus, ujian adalah bukti iman, kita hanya perlu menghadapi bersama-sama."
Keke memejamkan matanya, baru saja dia ingin beranjak, gedoran pintu mengagetkannya.
"Jang, Jaaaang, toloooong! Bang Luqman kabur dari rumah. Rantainya lepas."