Hasrat Cinta Tuan Arsitek
"Tapi itu momen yang membuat aku sadar, Sha. Kamu beda. Kamu tidak seperti perempuan-perempuan lain yang aku temui, yang hanya tertarik dengan nama Danudirja. Kamu justru menolak aku. Kamu tidak terpengaruh dengan rayuan dan itu membuatku tertantang."
Sinta yang sejak tadi mendengarkan, tiba-tiba menyela, suaranya sedikit tajam. "Jadi gitu ceritanya kalian bisa bersama? Manisha menarik perhatianmu, Rama?"
"Kurang lebih begitu, Sinta," jawab Rama, tidak menyadari nada suara Sinta yang berubah.
"Cukup unik," ucap Sinta, tersenyum tipis yang terasa dipaksakan. "Berarti Manisha beruntung sekali, ya, bertemu kamu waktu lagi rapuh-rapuhnya, jadi gampang masuk ke hati kamu."