OBSESI BARA
Kulihat Mbok Eka mengangguk antusias, ikut duduk berhadapan denganku.
"Kayaknya, serius ya, Non?" Terdengar tawaan renyah dari Mbok, membuatku ikut tertawa. Terasa hilang sudah rasa canggung ini. Setelahnya aku tersenyum mengangguk. Lalu berucap,
"Hanya tentang Mas Bara, Mbok..."
"Ooo-Den Bara toh. Tapi, apa tidak apa-apa, Non?"
Aku mengerut, padahal niatku bukan ingin menggosipinya kan? Eh, tapi ... bukannya ini sama saja? Aku telah menggosipi suami sendiri? Ah taulah. Aku penasaran tentangnya.