Malam Terakhir di Singgasana
Memeluk Putri Andita, dia mengambil permen dari kotak yang ditawarkan oleh seorang dayang istana dan memberikannya kepada putrinya.
Putri Andita tersenyum bahagia merasakan rasa manis permen itu.
Selir Minda buru-buru membujuk, “Ayahanda sudah memberimu permen. Sekarang, cepat cium Ayahanda.”
Putri Andita malu-malu mencium pipi Kaisar, meninggalkan jejak air liur yang bercampur permen di wajahnya.
Gelombang kehangatan dan rasa haru memenuhi hati Kaisar, perasaan rumit yang tak terlukiskan dengan kata-kata.