Pesan Kotor Di Laptop Anakku
ujarku dengan suara yang kubuat parau, seolah-olah aku tengah terisak sedih di sini.
“Ih, Ika. Jangan nangis, dong. Cup-cup, nggak boleh sedih. Nanti aku ikutan nangis, lho,” jawab Kikan penuh perhatian yang besar.
“Iya, Kan. Aku hanya terharu aja.” Aku menarik napas dalam, sengaja kudengarkan tarikan napas itu agar Kikan semakin percaya bahwa aku habis menangis.