CLIENTKU DOSENKU
Udara lembap menusuk kulitnya, membuat jantungnya semakin kencang.
Café itu tampak dari kejauhan. Hangat, bersinar dari balik kaca besar. Tempat itu selama ini menjadi ruang netral, tempat mereka bertemu tanpa menimbulkan kecurigaan. Namun malam ini, café itu bukan tempat untuk berbagi canda melainkan medan pertempuran batin.
Alika mendorong pintu. Denting lonceng kecil menyambut kehadirannya. Aroma kopi menyeruak, menenangkan sekaligus menegangkan. Pandangannya menyapu ruangan, mencari sosok Adam.
Bab Populer