UNDANGAN GAIB
Aku mulai menepi dan menghentikan laju mobilku.
"Monggo mas, silahkan. Mau pesen apa?"
Baru masuk, aku sudah disapa oleh ibu warung yang tampak begitu ramah. Usianya mungkin sama dengan ibuku, rambutnya digelung rapi, dan masih menggunakan bawahan kain jarik.
"Kopi saja bu, sama indomie pakek telur ceplok njih."
"Walah mas, nggak ada. Adanya sayur lodeh, orek tempe, tahu goreng. Sampean mau yang mana?"
Hot Chapters