Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Are You... My Destiny?

Are You... My Destiny?

Meida dan kedua temannya sudah duduk dan mulai membicarakan menu yang akan mereka beli. "Nah, aku duluan ya?" Meida ingin mencatat pesanan dulu. Fane dan Clara juga tidak keberatan tentang hal itu. *** Mereka sudah memesan menu. Meida memesan macchiato dan siomay. Lalu Fane memesan latte dan juga roti bakar rasa anggur. Dan yang terakhir, Clara memesan jus melon dan hamburger. Clara tidak membeli minuman yang mengandung kopi karena Clara kurang suka dengan kopi. Meja Meida dan kedua temannya bernomor 12.
2.6K viewsOngoingAdded to Library 88 Times as kopi cleng di indomaret
Read
+Library
RD. SEIYA SEKATA

RD. SEIYA SEKATA

“Lagian siapa juga yang mau ngajak jalan kaki.” “Kita nongkrong di situ aja yuk. Di situ kopinya enak. Kopi susu Aceh Gayo mantap,” Ferdi berpromosi. “Aku ikut ajalah. Tapi aku gak ngopi ya. Karena keseringan ngopi dulu, sekarang kalau minum kopi asam lambung kumat.” “Okeh, jus buah juga ada di sana.”
2.3K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as kopi cleng di indomaret
Read
+Library
Nasi Kotak

Nasi Kotak

Soal nyinyiran orang-orang, lebih baik masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Selama pengajian berlangsung, aku mendengarkan ceramah Ustadz dengan seksama. Di tengah-tengah acara, terlihat beberapa pria mengenakan kemeja senada membawa nampan besar berisi minum dan juga snack. Sebelum mereka sampai di tempat kami duduk, aku segera mengeluarkan botol minum berisi teh hangat serta snack yang kubawa dari rumah. Dan juga nasi kotak.
1016.2K viewsCompletedAdded to Library 421 Times as kopi cleng di indomaret
Read
+Library
Tukang Servis Spesialis

Tukang Servis Spesialis

ucap Clara sambil mulai menurunkan tangannya dari tengkuk ke paha Dayat, mengelusnya dengan sangat manja. ​Dayat tersentak, kepalanya mulai terasa sedikit pusing namun gairahnya meledak-ledak. "Kopi? Emang ini kopi apa, Tan?" tanya Dayat dengan napas yang mulai tersenggal. ​"Itu kopi spesial, Yat... kopi super..." ucap Clara sambil mengedipkan matanya dengan nakal. "​Anjir, nih kopi gak dikasih yang aneh-aneh kan?" gumam batin Dayat panik tapi juga merasa tertantang.
1061.6K viewsOngoingAdded to Library 1.7K Times as kopi cleng di indomaret
Read
+Library
Warung Kopi Dunia Bawah

Warung Kopi Dunia Bawah

WarKoDuBa selalu punya aroma khas: campuran kopi robusta panggang, kemenyan sisa ritual pelanggan, dan sedikit bau kenangan yang belum reda. Tapi malam itu, ada aroma lain menyusup di antara semuanya. Aneh. Lembut. Seperti... ingatan akan tempat yang belum pernah dikunjungi. “Mas Dimas, ini apa ya?” tanya Toyo sambil mencium udara di belakang mesin espresso. “Kok kayak bau... anggrek yang pernah mimpi?”
101.2K viewsOngoingAdded to Library 23 Times as kopi cleng di indomaret
Read
+Library
Jungle Love

Jungle Love

Setelah meletakkan gelasnya di atas lemari besi, ia menarik kursi panjang tanpa sandaran yang terletak di sudut ruangan. Mau tak mau Atisaya menurut, melangkah menuju ke sofa dan duduk. Pardi juga duduk di kursinya, tampak asyik menikmati kopi yang masih mengepulkan asap tipis. "Enak kopinya," puji Pardi di sela-sela menyeruput kopi. "Eh, Indramayu itu punya kopi khas nggak sih? Kalau di Batang kan, yang khas itu teh karena ada perkebunan teh di perbatasan Pekalongan dan Wonosobo."
1016.6K viewsCompletedAdded to Library 565 Times as kopi cleng di indomaret
Read
+Library
UNDANGAN GAIB

UNDANGAN GAIB

Aku mulai menepi dan menghentikan laju mobilku. "Monggo mas, silahkan. Mau pesen apa?" Baru masuk, aku sudah disapa oleh ibu warung yang tampak begitu ramah. Usianya mungkin sama dengan ibuku, rambutnya digelung rapi, dan masih menggunakan bawahan kain jarik. "Kopi saja bu, sama indomie pakek telur ceplok njih." "Walah mas, nggak ada. Adanya sayur lodeh, orek tempe, tahu goreng. Sampean mau yang mana?"
1.9K viewsOngoingAdded to Library 63 Times as kopi cleng di indomaret
Read
+Library
Menikahi Pewaris Dingin

Menikahi Pewaris Dingin

Dia hanya tahu dia harus mencoba. Kopi Kenangan terletak di sudut jalan yang ramai dengan kafe-kafe dan restoran. Tempat yang umum, banyak orang, tidak mencurigakan. Clara parkir di seberang jalan dan berjalan dengan langkah yang dipaksakan tenang. Begitu masuk, aroma kopi menyambutnya. Kafe itu cukup ramai dengan anak-anak muda yang mengobrol, beberapa orang bekerja dengan laptop, musik latar yang lembut.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 80 Times as kopi cleng di indomaret
Read
+Library
ASISTEN KESAYANGAN TUAN ARLAN

ASISTEN KESAYANGAN TUAN ARLAN

sepiring gorengan bakwan yang masih mengepul. "Keyla, apa itu?" tanya Arlan, suaranya terdengar tidak percaya. "Ini namanya kopi anti-kaku, Pak. Dan ini bakwan 'Goyang Lidah' dari depan gedung. Tadi saya beli pas lagi anget-angetnya. Bapak pasti belum sarapan, kan? Muka Bapak kelihatan lebih pucat dari kemarin, kayak kurang asupan micin," ucap Keyla tanpa dosa sambil meletakkan nampan itu tepat di samping laptop Arlan.
719 viewsOngoingAdded to Library 23 Times as kopi cleng di indomaret
Read
+Library
Istri Pilihan Ibu

Istri Pilihan Ibu

Gemi mempersilakan tamu dari desa untuk memasuki rumah suaminya. Paklik Man datang dengan membawakan satu kardus mie instan yang berisikan oleh-oleh khas Klaten. Ada jagung marning, keripik belut, wajik, keripik paru, dan dodol jenang. "Paklik, kok repot bawa oleh-oleh sebanyak ini. Matur suwun, nggih!" "Bulikmu itu yang siapin. Paklik mung tinggal bawa aja. Suamimu mana?" Paklik Man celingak-celinguk seperti tengah mencari seseorang.
9.8K viewsCompletedAdded to Library 321 Times as kopi cleng di indomaret
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status