Godaan Memikat Abang Ipar
“Wah, Pak Kaisar. Maaf ya kalau saya lama. Jadi gimana-gimana? Bapak mau pesan bunga di toko kami?”
Kaisar tampak mengibas tangannya, seolah mengatakan kalau tak masalah, karena dia juga baru datang. “Iya nih, Pak. Jadi dong.”
Kaisar agak menjauh dari Nara karena dia ingin berbicara serius dengan pemilik toko. “Jadi begini, saya mau pesan bunga untuk istri saya yang sedang merajuk. Sekarang dia lagi mengungsi di rumah keluarganya. Dikirim tiap hari selama satu bulan penuh. Buket bunga mawar merah ukuran jumbo ya. Soal biaya, gampang. Saya bayar cash.”