Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ibu Kost yang menggoda

Ibu Kost yang menggoda

“Aku tidak akan ulangi pertanyaanku.” Pria itu akhirnya berdiri. Tingginya menjulang, bahunya bidang, tapi sorot matanya bukan sekadar ancaman—ada sesuatu di baliknya, sesuatu yang samar mengingatkan Ravika pada masa lalu. “Namaku Jendra,” ucapnya pelan. “Dan aku… pernah bekerja dengan Darman.” --- Nama itu membuat Ravika menegang. Arven menoleh cepat, matanya penuh tanya.
6.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 218 kali sebagai kost andira
Baca
+Pustaka
Mandul

Mandul

Tubuh Riri kembali bergidik ngeri. "Kenapa?" "Boleh aku tau, siapa nama Tuan?" tanya Riri mencoba memberanikan dirim lelaki itu tersenyum melihat perubahan mimik dari wanita yang telah menghuni hatinya. "Arnold. Kau bisa memanggil namaku." "Aku rasa dengan kekuasaanmu itu kau bisa mencari istri yang lebih sempurna dariku," ucap Riri. "Hem. Aku bukan lelaki rendahan yang akan menyukai sembarang wanita, Nona."
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai kost andira
Baca
+Pustaka
RADINKA

RADINKA

Tanya Radit sembari berdiri dan membereskan tempat bekalnya. "Mau keluar buang tisu," jawab Dinka memperlihatkan gumpalan tisu yang dipegangnya. "Gue nitip ya," ucap Radit lalu memberikan botol mineral yang sudah kosong. Botol mineral itu diterima oleh Dinka lalu Radit menggeser badannya ke samping kursi Dinka memberikan Dinka akses jalan untuk keluar. Dinka keluar dari kursinya dengan Radit yang membungkuk dengan tangannya memberi arahan kemana Dinka harus berjalan. Radit seolah menjadi pangeran yang memberi jalan kepada tuan putri.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai kost andira
Baca
+Pustaka
Nadira

Nadira

Dia sudah bosan berdiri layaknya seles di toko-toko. "Oyy, ngapain lu?" Rika, si kakak kelas menghampirinya. "Nungguin bang Arya," jawab Nadira tanpa menoleh ke arah Rika. "Arya saha?" "Arjuna Narayan Bagaskara." "Ngapain lu nyari dia?" tanya Rika menatap penasaran Nadira yang masih belum menatapnya, tumben Nadira mau menunggu seperti saat ini. "Jangan bilang, dia itu cowok yang lu bilang keren?"
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai kost andira
Baca
+Pustaka
KURENSIA

KURENSIA

tegur Aira “Kamu aja tidak sopan kepada saya!” “Om nya aja yang datang datang nyari masalah.” “Jangan panggil saya Om!” “Terus apa? Mas? Abang? Kakak? Ngarep!” “Menyebalkan nya bocah ini.” “Nama saya bukan bocah! Nama saya Aira, kalau Om mau tau.” tegas Aira “Air galon maksud mu?” ejek pria itu
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai kost andira
Baca
+Pustaka
ISTRI MUDA

ISTRI MUDA

Selain hobiku yang suka jahilin anak kecil maupun dewasa, hobiku yang lain adalah motor-motoran sambil mampir ke IndoApril yang letaknya ada di seberang gang. Bukan tanpa alasan aku ke sana belakangan ini. Tempat itu menjadi tempat favorit ku enam bulan terakhir setelah seorang pria tampan yang mirip dengan idolaku, bekerja di sana. Namanya mas Adi. Wajahnya bagai pinang dibelah dua dengan Song Kang.
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 178 kali sebagai kost andira
Baca
+Pustaka
KINASIH

KINASIH

"Ini ... kok mirip punya Papa?" Mariana mengamati sebuah kunci dengan gantungan yang tak asing baginya. Sebuah benda yang terbuat dari besi berwarna perak, dengan ukiran kanguru dan nama negara di bawahnya. Sedangkan saat dia melihat bagian belakang benda itu, Mariana cepat melepaskan dan membungkam mulutnya sendiri dengan telapak tangan. Dia menggeleng kuat, tak kuasa membayangkan lebih jauh tentang suaminya.
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai kost andira
Baca
+Pustaka
Kado Biru Istriku

Kado Biru Istriku

Kado Biru Istriku "Dek, ini uang bulanan buat kamu. Ingat, digunakan sebaik mungkin. Jangan belanja yang nggak perlu." Andin menerima pemberian uang dariku tanpa suara. Uang itu segera diletakkannya di atas nakas begitu saja tanpa menyimpannya dalam dompet seperti biasanya. Bahkan ia tidak menghitung berapa jumlah uang tersebut. Aneh, biasanya selalu ia hitung di hadapanku dan lalu mengeluh kalau uangnya kurang.
1065.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai kost andira
Baca
+Pustaka
Cinta Dua Kasta

Cinta Dua Kasta

"Saya mau jual ini." "Baik, Kak. Tolong tunggu sebentar." Risa duduk di sofa sambil menerka jumlah uang yang akan didapat. Ia menekan menu kalkulator di ponsel dan menambahkan nominal dari tiga kalung dan dua antingnya. Usai pelayan toko mengecek keaslian barang, ia kembali mendekat. "Bagaimana?" "Semua totalnya dua puluh enam juta, Kak. Cincin yang satu ada bekas gores. Jadi, harga turun."
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai kost andira
Baca
+Pustaka
ARINDA

ARINDA

Memakai kostum sesuai dengan kostum masing-masing, tak lupa tambahan make up untuk memperjelas karakter. Para pembuat batik tampak anggun mengenakan kebayak dengan jarit sebagai bawahan. Para pribumi terlihat begitu nyata dengan menggunakan topi rajutan bambu di kepalanya. Para penjajah tampak gagah dengan pakaian perangnya, sembari membawa senjata mainan ditangannya. Aku sedikit terkekeh melihat bintang yang sangat menyatu dengan peranya sebagai dukun. Wajahnya sangat mendukung memainkan peran sebagai dukun, apalagi kumis pasangan dan kain yang dililit di kepalanya membuat nya tidak bisa diragukan lagi keasliannya.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai kost andira
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status