Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
JANGAN HINA AKU MANDUL

JANGAN HINA AKU MANDUL

Melihat semua itu aku hanya bisa kesal. Plaak....! Aku melempar kotak itu dan sontak mengusap wajahku gusar. "Aku membencinya...! Aku tidak akan menyakiti hatiku lagi dengan mencintai wanita dalam pelukan pria lain," gerutuku sendiri. Tangisan Caca semakin membuatku sakit. Dalam kekacauan hati ini aku melihat kotak kado di atas sofa. Bergegas aku dekati benda itu. Mataku sedikit terbuka melihat tulisannya.
8.668.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai kotak aku yang tersakiti
Baca
+Pustaka
AURORA

AURORA

tanyaku, “Kita saat ini sama-sama terluka parah. Bahkan sepertinya luka-lukamu terlihat lebih parah daripada lukaku.” Aku memekik terkejut ketika Aquilla menarik tubuhku. Membuatku terduduk dalam pangkuannya, yang entah sejak kapan ia menjadi terduduk di atas lantai. Kedua pipiku terasa panas, mungkin memerah seperti kepiting rebus karena perlakuan Aquilla terhadapku tersebut. “Ini berlaku hanya sementara. Memang tidak bisa menyembuhkan secara menyeluruh. Tapi setidaknya, itu membuat kita bisa berjalan dengan baik untuk mencari manusia
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai kotak aku yang tersakiti
Baca
+Pustaka
Tak Semanis Madu

Tak Semanis Madu

BAB 11 SAKIT YANG SEMPURNA Kutatap nanar Abi yang saat ini berada di depanku sedang memegang kemudi, aku sungguh tidak bisa lagi berpikir, rasanya pikiranku menemui jalan buntu. Semua seakan tidak berpihak padaku. "Mbak, maaf ya, sakit?" tanya Meta membersihkan luka di sudut bibirku. "Sedikit."
1065.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai kotak aku yang tersakiti
Baca
+Pustaka
KEMBALINYA SANG PEWARIS TRILIUNER

KEMBALINYA SANG PEWARIS TRILIUNER

katanya sambil memperlihatkan gambar Aksa yang kini dikenal dengan nama itu. Melihat foto itu, Saka terkejut. Wajah di layar mengusik ingatannya. “Itu dia! Dia yang memukul aku waktu aku cari Aksa yang ngambil kotak kristal itu di rumah Aksa,” ujar Saka, suaranya penuh dendam. Tristan terkejut. “Apa? Dia juga memukulmu?” Saka mengangguk. “Iya."
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 167 kali sebagai kotak aku yang tersakiti
Baca
+Pustaka
Cinta Terlarang Di Ruang Konsultasi

Cinta Terlarang Di Ruang Konsultasi

Sakit rasanya. Kata “anak” adalah hal sensitif bagiku. Bukan karena aku tak bisa memberikan keturunan, tapi memang pada dasarnya belum dikasih. Plakk! Aku memegang pipinya yang baru saja ditampar Azka. Akumenatap suamiku dengan air mata yang sudah mengalir—perih, itulah yang aku rasakan.
10774 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai kotak aku yang tersakiti
Baca
+Pustaka
Kak, Aku Kedinginan

Kak, Aku Kedinginan

Isinya hanya enam kata. [Kak, aku kedinginan. Tolong selamatkan aku.]
2.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai kotak aku yang tersakiti
Baca
+Pustaka
Dendam Wanita Simpanan

Dendam Wanita Simpanan

Hal-hal yang terkadang membuatku berpikir lebih baik menguburnya dalam-dalam, menjadikannya tersembunyi hanya dalam bayang-bayang pada sisi ruang paling gelap. “Aku udah rusak, Kak! Dia udah ngancurin semua, hidup aku, masa depan aku. Gimana aku harus memperbaikinya lagi?” racauku kehilangan kendali saat ingatan itu kembali menenggelamkan dalam ketakutan yang masih terasa sangat nyata. “Nay, denger aku! Gak ada manusia yang bisa disebut rusak!” tegas Kak Makmur membingkai wajah dalam kedua tangan yang permukaan telapaknya terasa lunak tapi cenderung kering.
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 153 kali sebagai kotak aku yang tersakiti
Baca
+Pustaka
Tuan, Jangan Sakiti Aku!

Tuan, Jangan Sakiti Aku!

Terima kasih, Kucing! Namun, semua belum berakhir. Akan sampai kapan aku berada di balik batu ini? Sedangkan para nyamuk sudah menggerogoti diriku sedari tadi. Beberapa gigitan kurasakan di pipi dan lengan. "Siapa?!" Aduh, aku terlalu keras menepuk nyamuknya. Semakin kutundukkan kepala. Terdengar langkah berderap. Aku terkesiap, dada semakin berontak. Dengan pasrah aku memejamkan mata.
1013.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 278 kali sebagai kotak aku yang tersakiti
Baca
+Pustaka
Tetanggaku Kesakitan Tiap Malam

Tetanggaku Kesakitan Tiap Malam

"Ah, aku kasian sekali pada sahabatku itu. Dia anak baik, kenapa bisa ada di tempat yang begitu menyeramkan?" Kami sudah tahu fakta itu. Aku menganggukkan kepala, menyuruh Angga kembali melanjutkan kata-katanya tadi. "Setiap hari selalu begitu. Tidak adakah yang bisa membantu Zifa? Tolong Zifa. Dia kesakitan, dia tersiksa." Halaman selanjutnya dibalik oleh Angga. Aku menelan ludah, rasanya tidak sanggup mendengar itu semua.
1017.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 530 kali sebagai kotak aku yang tersakiti
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status