Hati yang Kau Sakiti
"Aku tidak tahu, Kak. Arka selalu meyakinkan aku, dia bilang bahwa aku adalah satu-satunya wanita yang dia cintai. Tapi nyatanya, dia selalu menyakiti hati aku berulang kali. Aku sudah lelah dengan semua ini, Kak. Aku lelah terus menghadapi Lita dan Arka. Aku lelah ketika Arka selalu menyalahkan aku atas semua yang telah terjadi. Aku juga ingin bahagia, tapi kenapa rasanya begitu sulit?"
Suara Kiran bergetar, menandakan betapa dalamnya rasa sakit yang ia rasakan. Ia menutup matanya sejenak, membiarkan air mata yang sedari tadi membendung di sudut matanya jatuh perlahan. Air mata itu membasahi pipinya, seolah menjadi simbol dari luka-luka yang belum sembuh.