Penyihir Terhebat di Dunia Lain
Meski ia dapat melindungi bocah laki-laki itu, tetapi tidak dengan dirinya sendiri.
Azura mendapatkan sebuah tusukan di dada kanannya. Penglihatannya pun mulai kabur.
‘Ini sakit, ini sakit sekali. Apakah aku akan mati di sini? Ah lemah sekali. Aku membenci ini,’ keluh Azura di dalam hati.
“Kak, Kakak! Kak, bangunlah! Ayolah bangun!” Dengan samar, Azura mendengar suara bocah laki-laki itu sambil menggoyangkan tubuhnya.