Pagi yang sibuk kadang membuat aku lebih suka solusi praktis yang langsung jalan, jadi ini rutinitas kebersihan kandang yang selalu aku pakai.
Setiap hari aku ambil 5–10 menit untuk bersih-bersih cepat: buang kotoran padat dan ganti tempat makan serta air. Kelinci menghasilkan banyak kotoran kecil yang padat, jadi kalau dibiarkan menumpuk bau cepat muncul. Aku pakai sekop kecil dan wadah sampah tertutup supaya bau nggak nyebar di rumah. Selain itu aku cek area beralaskan kain atau fleece—kalau basah aku ganti biarpun belum sampai satu hari.
Sekali seminggu aku lakukan pembersihan lebih serius: keluarkan semua mainan, mangkok, dan alas, kemudian cuci dengan air hangat dan sabun cuci piring ringan. Untuk permukaan kandang (kawat atau plastik), aku gosok pakai larutan cuka putih encer (1 bagian cuka: 3 bagian air) karena aman, murah, dan ampuh menghilangkan bau. Setelah disikat, bilas hingga bersih dan keringkan dulu sebelum memasang kembali. Setiap bulan aku juga gantikan bedding atau lapisan serbuk kayu dengan yang baru, serta periksa pojok-pojok untuk noda jamur atau sisa makanan. Jangan lupa: ventilasi yang baik dan sinar matahari tidak langsung membantu mengurangi kelembapan dan bau.
Intinya, konsistensi kecil tiap hari plus pembersihan mendalam rutin adalah kunci. Kalau aku rutin begini, kelinciku selalu sehat, kandang harum, dan suasana rumah jadi nyaman.