Menantu Bintang Lima
Aku mengangkat bahu, tanpa berpura-pura terlihat senang, terharu atau semacamnya.
"Ayolah, Sayang!"
"Nanti Mama marah?"
Gantian Mas Arfen yang mengangkat bahu. "Lho, memangnya kenapa kok, Mama marah?"
"Ya, nggak tahu, Mas. Selama ini kan, Mama memang selalu marah sama aku. Begini salah, begitu salah. Serba salah, kecuali aku menuruti semua kemauan Beliau. Apa nggak menakutkan itu, Mas? Menyeramkan, serius."
Hot Chapters