DIOFANO
(kucinya siapa itu, nakal banget).
Anna berseru dengan spontan saat melihat kelakuan anabulnya, dia raih Mahiro dalam gendongan dan ia pukuli punggung kucingnya, “nakal banget sih, Ro.”
“Itu kan buat Pak Dio, dasar nakal” ucapnya dengan sarkas memukul Mahiro, seperti tanpa dosa Mahiro masih asik mengunyah serabi hasil comotannya.
Akta yang akhlaqless malah ketawa kencang di tempat, Dio yang melihatnya hanya mesem saja. Dia tidak merasa yang gimana – gimana sih, cuma ngerasa lucu aja dengan kejadian ini.
Hot Chapters