Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kafan Hitam

Kafan Hitam

Pria itu seketika meneguk saliva, menoleh ke arah suara, lalu memilih meninggalkan bangunan itu dengan segera. Kunang-kunang menyambut Ujang saat dirinya menuruni anak tangga dengan tergesa-gesa. Lolongan anjing tiba-tiba terdengar entah dari mana. Tangannya menghempas kerlipan cahaya milik kumpulan kunang-kunang tersebut dengan gerakan asal. Ujang benci mahluk itu. Kata orang tua dahulu, serangga itu adalah kuku orang mati, pertanda hal buruk akan terjadi.
9.774.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai kucing nakal
Baca
+Pustaka
Kubalas Madu dengan Manisnya Racun

Kubalas Madu dengan Manisnya Racun

Maling memang suka teriak maling. "Licik? Tidak salah? Bukannya itu kamu ya?" Tanyaku memancing. "Sebaiknya kamu pulang saja, cuci kaki lalu tidur, jangan terus cari masalah jika tidak ingin tambah malu." Lanjutku lagi. "Kamu bukan siapa-siapa jangan sok ngatur!" Serunya, nada suaranya naik beberapa oktaf hingga urat lehernya terlihat jelas, kentara sekali jika dia sedang menahan emosi.
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai kucing nakal
Baca
+Pustaka
Karma : Kupermalukan di Akad Nikahnya

Karma : Kupermalukan di Akad Nikahnya

"Jalang nekat ... tidak ada perempuan yang berani meminta seorang wanita bercerai dengan suami mereka kecuali wanita jalang yang tidak sabar melampiaskan kegatalan, kau sungguh tidak punya harga diri." "Justru bertahan dalam ketidak-pastian sepertimu adalah tipe orang yang mempertaruhkan kehormatannya, kenapa ... kamu tidak sanggup melepas status ketua cabang Persit ataukah ... fasilitasnya yang membuatmu sulit melepaskan," ejeknya sinis. "Kesenangan dan kebanggaan diri memang sulit dilepas, tapi berambisi untuk mencicipi kesenangan orang lain, sama dengan pencuri!"
1095.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai kucing nakal
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
Agus Irawan
Gadis Desa itu merantau ke kota Jakarta, entah mendapatkan nasib manis atau sial. yang jelas menurutnya nasib sial. karena telah dipertemukan dengan seorang pengusaha sekaligus tunangan majikannya. Baca novelnya. "Kembang Desa Sang Miliarder. nama pena" Agus Irawan.
Nur
berharap ada produser yg melirik novel ini dan bisa di film kan, jujur novel mu ini keren banget mbak. aku tipe orang yg sulit memfavoritkan sebuah novel. dan sejauh ini, aku hanya memfavoritkan dua novel, salah satunya di upp orange, dan ke dua novel ini. sebab novel kalian risetnya dalam.
Baca Semua Ulasan
Ups! Salah Suami

Ups! Salah Suami

"Aku bukan rakun." "Ya seperti itulah kenyataannya, tidak mungkin saya akan memujimu dengan sebutan kucing yang imut." Vickal menjawab asal, membuat darah tinggi Anggun naik segera ke atas ubun-ubun. "Sungguh, aku tidak habis pikir kenapa kucing yang aku beli berubah menjadi seekor cheetah ganas. Kalau aku tahu aku akan memiliki nasib seburuk ini, sebelum membuka karungnya aku pastikan sudah menghanyutkannya di sungai." Anggun menggelengkan kepala, merasa sial karena harus memilih suami yang salah karena ternyata mereka adalah anak kembar.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai kucing nakal
Baca
+Pustaka
DIOFANO

DIOFANO

(kucinya siapa itu, nakal banget). Anna berseru dengan spontan saat melihat kelakuan anabulnya, dia raih Mahiro dalam gendongan dan ia pukuli punggung kucingnya, “nakal banget sih, Ro.” “Itu kan buat Pak Dio, dasar nakal” ucapnya dengan sarkas memukul Mahiro, seperti tanpa dosa Mahiro masih asik mengunyah serabi hasil comotannya. Akta yang akhlaqless malah ketawa kencang di tempat, Dio yang melihatnya hanya mesem saja. Dia tidak merasa yang gimana – gimana sih, cuma ngerasa lucu aja dengan kejadian ini.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai kucing nakal
Baca
+Pustaka
Cinta Sagita

Cinta Sagita

Kedinginan dan kelaparan. Besoknya Cika membeli kucing baru. Dari Pet Shop. Seekor kucing persia. Bulunya panjang, halus dan lembut. Namun sayangnya, Cika menyadari satu hal. Kucing itu, walaupun lebih cantik dari kucingnya yang terdahulu. Namun pemalasnya minta ampun. Tidak bisa buang air besar mandiri di luar rumah seperti kucing kampungnya. Kucing itu buang air besar sesukanya. Gampang sakit. Perwatannya mahal. Bahkan lebih mahal dari perawatan Cika sendiri. Put kucing itu tidak ramah. Tidak seperti kucing kampungnya dulu. Cika merana.
1014.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 352 kali sebagai kucing nakal
Baca
+Pustaka
Ibu Susu Polos Pak Boss

Ibu Susu Polos Pak Boss

Di dekat tiang listrik, seekor kucing hitam kecil berdiri, menatapnya dengan mata bundar penuh harap. Nayla menyipitkan matanya. "Apa liat-liat? Aku nggak punya ikan goreng. Besok ya, aku beliin kamu," ucapnya. Kucing itu seketika membuang muka, lalu menggesek-gesekkan kepalanya ke tiang listrik seperti kecewa dengan ucapan Nayla. Nayla mencebik keki, lalu kembali memfokuskan pandangan ke arah jalan.
9.8132.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.6K kali sebagai kucing nakal
Baca
+Pustaka
Niat Jahat Majikanku

Niat Jahat Majikanku

Jika Pak Jeff masih bertindak perlahan, maka ayahnya justru seperti serigala buas, langsung menerkam dengan ganas, sampai-sampai aku tak sanggup menahannya. Dia bukan sedang menyantap, melainkan seperti sedang melampiaskan sesuatu, begitu liar dan keras hingga membangkitkan kembali hasrat yang sudah kutekan dengan susah payah. Baru beberapa gerakan saja, aku sudah tak sanggup menahannya dan suara lirih pun lepas tanpa bisa dikendalikan.
4.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai kucing nakal
Baca
+Pustaka
PDKT di Sarang Monster

PDKT di Sarang Monster

kata Pak Badar santai, seolah cuma kecipratan air. Eyang berdecak galak. “Raja! Nakal tenan! Bengi iki poso, lho, kowe! (Raja! Nakal sekali! Malam ini kamu puasa, ya!)” “AWOAWOAWOAWO,” balas Kucing itu. Nadanya terdengar seperti preman tobat. “Ini kucing kami, Dimas. Kalau kau tidak ingin badanmu seperti ini,” Pak Badar menunjukkan aliran darah segar di tangannya, “Jangan panggil dia apa pun selain ‘Raja’.”
824 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai kucing nakal
Baca
+Pustaka
Budak Cinta Berondong Nakal

Budak Cinta Berondong Nakal

Marah? Bukan. Aku bukan marah lagi. Tapi cemburu yang membabi buta. Bahkan kalau diizinkan rasanya aku ingin mencakar wajah pria brengsek itu. “Sialan! Semua laki-laki memang brengsek!” Kembali aku mengumpat. Hingga aku sadari tanganku ditarik seseorang untuk masuk dalam mobil. Dan ini adalah sebuah penculikan.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai kucing nakal
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status