Cinta di Kursi Roda
“Ra, tidak ada orang yang benar-benar tahu bagaimana menjadi suami yang baik, bahkan mereka yang sudah menikah sekalipun. Tapi aku tahu satu hal: Laila mencintaimu bukan karena harapan yang tinggi atau bayangan sempurna. Dia mencintaimu apa adanya, dengan segala kelebihan dan kekuranganmu.”
Kata-kata Andi seolah menjadi embun pagi yang menyegarkan hati Raka, namun tetap saja, perasaan khawatir itu belum sepenuhnya hilang. Ia tersenyum tipis, dan dengan sedikit ragu, ia kembali membahas rencana lamaran yang telah ia susun dalam pikirannya. Bersama Andi, Raka mulai membayangkan setiap detail yang bisa membuat momen itu istimewa—tempat yang romantis, kehadiran teman-teman terdekat, dan kejutan-
Hot Chapters