Pesugihan Kandang Bubrah
Di tengah gelapnya malam, berdiri sesosok kuntilanak merah.
Tidak seperti kuntilanak biasa yang berambut hitam panjang dan mengenakan kain putih, makhluk ini memiliki rambut panjang yang seperti terbakar, dengan mata yang bersinar merah menyala.
Pakaian lusuhnya berwarna merah darah, dan wajahnya penuh dengan luka menganga yang mengeluarkan cairan hitam pekat. “Hihihihihi…”
Kuntilanak merah itu tertawa lagi, suaranya menggema di udara. Pocong-pocong di sekelilingnya tiba-tiba bergerak lebih cepat, merayap ke arah rumah mereka dengan gerakan yang tidak wajar.