Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Istri Kecilku

Istri Kecilku

dan kembali bertenaga. ​Sesi siang adalah yang paling berat: Outbound Mini. Setiap gugus harus melewati rintangan di area hutan kota dekat danau. Tanah yang berdebu dan rintangan tali membuat jaket kuning Diana mulai kotor terkena noda cokelat. ​"Diana Aulia! Kamu pemimpin kelompok untuk rintangan ini!" teriak Kak Rendy, senior koordinator lapangan yang kini berdiri di pos tiga.
1.2K viewsOngoingAdded to Library 27 Times as kuntilanak serem
Read
+Library
KINASIH

KINASIH

"Ini ... kok mirip punya Papa?" Mariana mengamati sebuah kunci dengan gantungan yang tak asing baginya. Sebuah benda yang terbuat dari besi berwarna perak, dengan ukiran kanguru dan nama negara di bawahnya. Sedangkan saat dia melihat bagian belakang benda itu, Mariana cepat melepaskan dan membungkam mulutnya sendiri dengan telapak tangan. Dia menggeleng kuat, tak kuasa membayangkan lebih jauh tentang suaminya.
1.5K viewsCompletedAdded to Library 59 Times as kuntilanak serem
Read
+Library
KUNYIT DARI SARANJANA

KUNYIT DARI SARANJANA

Sebelum memulai latihan, Lawen dan kecek harus melakukan ritual dulu, mandi di pantai Oka-oka dan berjemur di atas gunung Halau-halau selama satu hari. Setelah ritual itu selesai di lakukan. Lawen dan Kecek di minumkan air kembang 300 rupa, lalu menunggu restu dari penunggu asli Pulau Oka-oka . Jika mereka layak maka ilmu kuntau baru bisa di ajarkan. Di atas gunung Maratus Lawen dan Kecek berlatih ilmu kuntau dari Kakek Jawo, dengan semangat tinggi hujan badai mereka tetap berlatih kuntau. Sebuah petir menyambar pohon besar tepat di samping Lawen, dengan mandau di tanganya mampu membelah pohon yang tumbang ke arahnya.
101.8K viewsOngoingAdded to Library 36 Times as kuntilanak serem
Read
+Library
Kelana

Kelana

sambungnya ramah. Lana mengangguk-angguk dan mengucapkan terima kasih, lalu langsung berkeliling melihat-lihat koleksi buku di Nirvana Bookstore. Lana berhenti cukup lama di depan rak yang memajang koleksi novel-novel dan zine karya penulis-penulis indie. Lana tertarik pada sebuah buku kumpulan cerpen bersampul putih bergambarkan Sekuntum mawar merah yang layu di dalam vas penuh air, karya seseorang yang menyebut dirinya Bulan Jingga. Judul buku itu "Tentang Sesuatu yang Pikirmu Kautahu". Lana membaca sampul belakang buku itu dan semakin tertarik untuk membaca keseluruhannya. Akhirnya, Lana pun membawa buku itu serta dua buah zine karya sebuah kolektif perempuan ke kasir dan membayarnya pad
102.5K viewsOngoingAdded to Library 95 Times as kuntilanak serem
Read
+Library
Kidung Mayit

Kidung Mayit

Syuttt! Tiba-tiba horden tersibak dan dari luar jendela berdiri seorang wanita cantik dengan rambut terurai, memakai mahkota dan kemben berwarna merah dengan manik-manik seperti emas, beserta kain jarik yang melilit di pinggang. Widyawati menatap dengan senyum yang tertimbang, seolah menyambut kedatangan wanita misterius yang tidak tahu dari mana datangnya.
1.5K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as kuntilanak serem
Read
+Library
Istri Cantikku Ternyata Kuntilanak

Istri Cantikku Ternyata Kuntilanak

Bab 26 Kuntilanak Sebentar saya buka dulu mata batin kamu," ucap pria renta yang memakai ikat kepala hitam itu. Ia lalu memberi perintah agar pria bernama Edo itu berlutut. "Terus gimana nih, Lasmi?" tanya Laila mulai takut. "Udah kita liat aja nanti," ucap Lasmi. Tak lama kemudian Edo terperanjat dan langsung mundur menyeret bokongnya menjauh kala melihat dua sosok kuntilanak di hadapannya.
101.9K viewsOngoingAdded to Library 52 Times as kuntilanak serem
Read
+Library
Bara Dendam Sang Prabu Boko

Bara Dendam Sang Prabu Boko

Di sebuah perkemahan darurat yang dibangun seadanya di Kedung Pedhut, sebuah ceruk tersembunyi di kaki Pegunungan Menoreh, sebuah pertemuan krusial tengah berlangsung. Malam yang dingin telah turun menyelimuti, namun suhu kewaspadaan di dalam tenda itu terasa kian membara. Sang Rakai, Mpu Kumbhayoni, duduk berhadapan dengan para pemimpin lapangannya yang tepercaya: Sang Panglima Laturana, Megarana, Wulung, dan Mahesa Seta. Raut muka mereka semua mencerminkan keseriusan atas misi yang akan mereka emban, yakni mencapai Randu Watangan.
102.2K viewsCompletedAdded to Library 75 Times as kuntilanak serem
Read
+Library
IPRIT

IPRIT

Rima, alias Kuntilanak Merah marah kepada gadis tumbal. Dirinya sudah merasa baik tetapi masih diragukan. "Aku minta maaf, Kakak," kata gadis itu sambil menunduk. "Sudahlah, wahai, aku dan Cempaka akan kembali sebelum matahari terbit, aku titipkan mereka kepadamu, wahai Rima," kata Anjani. "Baiklah, Kakak, aku jaga mereka," kata Kuntilanak Merah. Ia melesat ke atas pohon, duduk sambil uncang kaki, mencari mangsa, siapa tahu ada orang lewat.
1052.5K viewsCompletedAdded to Library 2.0K Times as kuntilanak serem
Read
+Library
SILARIANG

SILARIANG

Sementara pak Andi Baso mempersilahkan para undangan menikmati sajian coto Makassar dengan ketupat yang dimasak sendiri oleh ibu Kirana, sang nyonya rumah. “Tenri sudah dibuang mamak, Mas tyo. Sekarang Tenri hanya punya Mas saja, apapun yang terjadi berjanjilah pada Tenri jangan tinggalkan Tenri, Mas.” Perempuan muda itu terisak-isak dalam pelukan Tyo.
102.2K viewsOngoingAdded to Library 82 Times as kuntilanak serem
Read
+Library
Salah Pasangan, Tuan Muda Tak Mau Melepaskanku!

Salah Pasangan, Tuan Muda Tak Mau Melepaskanku!

Ia melanjutkan langkahnyaa yang terasa berat. Sekar berhenti di hadapan kedua orang tuanya. “Bapak…” Broto tersenyum kecil. “Duduk, Nduk.” Sekar duduk di tempat yang sudah disiapkan, lalu menundukkan kepala. Pranatacara kembali berbicara. “Siraman punika minangka pralambang ngresiki lahir lan batin, nyuwun berkah saking para sepuh, saha minangka wiwitan tumuju ing lampah gesang enggal.”
10786 viewsOngoingAdded to Library 21 Times as kuntilanak serem
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status