Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Istri Kecilku

Istri Kecilku

dan kembali bertenaga. ​Sesi siang adalah yang paling berat: Outbound Mini. Setiap gugus harus melewati rintangan di area hutan kota dekat danau. Tanah yang berdebu dan rintangan tali membuat jaket kuning Diana mulai kotor terkena noda cokelat. ​"Diana Aulia! Kamu pemimpin kelompok untuk rintangan ini!" teriak Kak Rendy, senior koordinator lapangan yang kini berdiri di pos tiga.
1.0K viewsOngoingAdded to Library 22 Times as kuntilanak serem
Read
+Library
KINASIH

KINASIH

"Ini ... kok mirip punya Papa?" Mariana mengamati sebuah kunci dengan gantungan yang tak asing baginya. Sebuah benda yang terbuat dari besi berwarna perak, dengan ukiran kanguru dan nama negara di bawahnya. Sedangkan saat dia melihat bagian belakang benda itu, Mariana cepat melepaskan dan membungkam mulutnya sendiri dengan telapak tangan. Dia menggeleng kuat, tak kuasa membayangkan lebih jauh tentang suaminya.
1.3K viewsCompletedAdded to Library 49 Times as kuntilanak serem
Read
+Library
KUNYIT DARI SARANJANA

KUNYIT DARI SARANJANA

Sebelum memulai latihan, Lawen dan kecek harus melakukan ritual dulu, mandi di pantai Oka-oka dan berjemur di atas gunung Halau-halau selama satu hari. Setelah ritual itu selesai di lakukan. Lawen dan Kecek di minumkan air kembang 300 rupa, lalu menunggu restu dari penunggu asli Pulau Oka-oka . Jika mereka layak maka ilmu kuntau baru bisa di ajarkan. Di atas gunung Maratus Lawen dan Kecek berlatih ilmu kuntau dari Kakek Jawo, dengan semangat tinggi hujan badai mereka tetap berlatih kuntau. Sebuah petir menyambar pohon besar tepat di samping Lawen, dengan mandau di tanganya mampu membelah pohon yang tumbang ke arahnya.
101.7K viewsOngoingAdded to Library 33 Times as kuntilanak serem
Read
+Library
Tangisku

Tangisku

"Cin,Kamu kenapa kok nangis?" "Aku nggak papa barusan kelilipan pedes banget hehehe." "Loh kelilipan apa kok Sampai kayak gitu air matanya" "Nggak tau tiba-tiba pedes banget tapi sekarang udah enggak kok," sambil tersenyum "Beneran cin nggak papa?" "Iyaaa nggak papa udah lanjutin aja ngerjain soalnya nanti waktunya habis loh."
2.6K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as kuntilanak serem
Read
+Library
Kelana

Kelana

sambungnya ramah. Lana mengangguk-angguk dan mengucapkan terima kasih, lalu langsung berkeliling melihat-lihat koleksi buku di Nirvana Bookstore. Lana berhenti cukup lama di depan rak yang memajang koleksi novel-novel dan zine karya penulis-penulis indie. Lana tertarik pada sebuah buku kumpulan cerpen bersampul putih bergambarkan Sekuntum mawar merah yang layu di dalam vas penuh air, karya seseorang yang menyebut dirinya Bulan Jingga. Judul buku itu "Tentang Sesuatu yang Pikirmu Kautahu". Lana membaca sampul belakang buku itu dan semakin tertarik untuk membaca keseluruhannya. Akhirnya, Lana pun membawa buku itu serta dua buah zine karya sebuah kolektif perempuan ke kasir dan membayarnya pad
102.4K viewsOngoingAdded to Library 92 Times as kuntilanak serem
Read
+Library
KAMASEAN

KAMASEAN

balas Daniel. “Iya, sekali lagi terima kasih,” sahut Kinara. Daniel menganggukkan kepalanya sembari tersenyum tipis. “Kalau begitu saya permisi dulu, Buk, Sean,” ujarnya. Kinara membalas dengan anggukan dan senyuman yang sama, sementara Sean langsung bergegas memasuki kediamannya. “Sean!” Kinara menyusul putrinya itu ke dalam rumah.
102.0K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as kuntilanak serem
Read
+Library
Kidung Mayit

Kidung Mayit

Syuttt! Tiba-tiba horden tersibak dan dari luar jendela berdiri seorang wanita cantik dengan rambut terurai, memakai mahkota dan kemben berwarna merah dengan manik-manik seperti emas, beserta kain jarik yang melilit di pinggang. Widyawati menatap dengan senyum yang tertimbang, seolah menyambut kedatangan wanita misterius yang tidak tahu dari mana datangnya.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 51 Times as kuntilanak serem
Read
+Library
Bara Dendam Sang Prabu Boko

Bara Dendam Sang Prabu Boko

Di sebuah perkemahan darurat yang dibangun seadanya di Kedung Pedhut, sebuah ceruk tersembunyi di kaki Pegunungan Menoreh, sebuah pertemuan krusial tengah berlangsung. Malam yang dingin telah turun menyelimuti, namun suhu kewaspadaan di dalam tenda itu terasa kian membara. Sang Rakai, Mpu Kumbhayoni, duduk berhadapan dengan para pemimpin lapangannya yang tepercaya: Sang Panglima Laturana, Megarana, Wulung, dan Mahesa Seta. Raut muka mereka semua mencerminkan keseriusan atas misi yang akan mereka emban, yakni mencapai Randu Watangan.
101.8K viewsCompletedAdded to Library 61 Times as kuntilanak serem
Read
+Library
IPRIT

IPRIT

Rima, alias Kuntilanak Merah marah kepada gadis tumbal. Dirinya sudah merasa baik tetapi masih diragukan. "Aku minta maaf, Kakak," kata gadis itu sambil menunduk. "Sudahlah, wahai, aku dan Cempaka akan kembali sebelum matahari terbit, aku titipkan mereka kepadamu, wahai Rima," kata Anjani. "Baiklah, Kakak, aku jaga mereka," kata Kuntilanak Merah. Ia melesat ke atas pohon, duduk sambil uncang kaki, mencari mangsa, siapa tahu ada orang lewat.
1052.3K viewsCompletedAdded to Library 2.0K Times as kuntilanak serem
Read
+Library
Kinan

Kinan

Kinan terpaku menatap dirinya di depan cermin, di tubuhnya sudah melekat sempurna gaun pengantin brokat bewarna putih dengan model sabrina berlengan panjang. Lekuk tubuhnya sangat sempurna, dengan gaun tersebut. Rambutnya yang ditata sedemikian rupa dengan sebuah mahkota di atasnya menjadikan Kinan tidak mengenali dirinya sendiri.
108.2K viewsOngoingAdded to Library 172 Times as kuntilanak serem
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status