Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Nada di Hati Sastra

Nada di Hati Sastra

“Di dalam juga kursi.” “Nggak repot, Bu.” Sastra meletakkan kedua kursi besi yang bertumpuk serta meja kecilnya di lantai lebih dulu. Ia memisahkan ketiga barang itu, lalu menatanya di teras rumah. “Lagian ini juga untuk kebutuhan saya. Jadi, nggak papa.”
1027.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 675 Beses bilang kursi santai depan rumah
Ipakita ang mga Review (25)
Read
+Library
Waroeng Boneka Ulujami
dari awal cerita sudah bikin penasaran. suka bgt sama karakter nada yg ga menye² dan karakter sastra yg gercep. lebih suka cerita begini, ga terlalu drama tapi alur cerita tetap menarik. perkembangan karakternya bagus. thankyou author ...️
V3_
Baru kelar baca ini. Ceritanya seru & bagus, gak ada drama yg bertele-tele, bab nya juga gak banyak jadi gak bikin bosen. tingkah Nada sama Sastra kocak bikin ketawa sendiri bacanya. sukses dan sehat selalu buat Mbak Beb.
Basahin ang Lahat ng Review
Dijodohin Bocil

Dijodohin Bocil

"Kamu saja yang di depan, Ayah tidak suka duduk di kursi depan" "Tapi, Rendi mau duduk dengan Kak Melati. Tadi di Kereta kan Rendi gak bisa duduk di dekat Kak Melati gara - gara Ayah" "Rendi saja yang duduk di depan, Kata Rendi disini sempit. Jadi lebih baik Rendi yang duduk di depan" Rendi akhirnya mau tidak mau harus ke kursi depan, karena di kursi belakang benar - benar sempit kalau di pakai oleh dua orang. Kemudian Rendi ke depan melewati sela - sela kursi.
3.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 126 Beses bilang kursi santai depan rumah
Read
+Library
Travel Menjadi Saksi Bisu Kisahku

Travel Menjadi Saksi Bisu Kisahku

“Yang, gimana nih? Kamu sama Radit duduknya mau gamau dibelakang. Soalnya emang lagi rusak kursi yang tengahnya.” “Hmmm... Yaudah deh gapapa... Itu kayanya kursi belakang juga nyaman nyaman aja, bisa senderan juga kayanya tuh” Ujar istriku menerima. “Yaudah.... Dit... Kamu dibelakang ya... Nanti barang-barang kita juga taruh disana.” Ujarku kepada Radit. “Dibelakang? Yaudah deh... Kayanya sih cukup-cukup aja lagian barang kita ga terlali banyak...” Jawab Radit.
447 viewsOngoingIdinagdag sa Library 12 Beses bilang kursi santai depan rumah
Read
+Library
Dibalik Bayangan Masa Lalu

Dibalik Bayangan Masa Lalu

Kata Bobby. Neneknya mulai merasa lebih tenang. Dia beristirahat di tempat tidurnya. Di hadapan sebuah kursi yang di bawahnya dari rumah. Kursi itu memberi sentuhan pribadi dan ketenangan dan kenangan pada rumah dalam ruangan itu.
3.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 121 Beses bilang kursi santai depan rumah
Read
+Library
Jatuh Cinta Dengan Bos Tampan

Jatuh Cinta Dengan Bos Tampan

Ada Meja lipat, lemari baju, sampai kursi set yang terlihat elegan. Namun, saat melihat harganya aisyah hanya bisa mengusap dadanya, "Ini mah perabotan para sultan. Tak cocok untuk rumahku yang kecil itu," Guman Aisyah lagi. Jari-jemarinya terus bekerja di atas keyboard, sampai tak menyadari jika Angga dan Sebastian sudah sampai.
102.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 56 Beses bilang kursi santai depan rumah
Read
+Library
Bukan Aku Tak Setia

Bukan Aku Tak Setia

Binar yang duduk di kursi belakang, terlihat mengantuk. Lima belas menit kemudian, mereka sampai di depan rumah Cahaya. Raja memindai rumah mungil yang ada di depannya, terlihat nyaman dengan banyaknya pepohonan, yang ditanam di pekarangan rumah yang cukup luas. Beberapa kerabat Cahaya yang diminta menunggu rumah, nampak keluar begitu mendengar suara mesin mobil yang masuk ke dalam pekarangan.
1015.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 409 Beses bilang kursi santai depan rumah
Read
+Library
SULTAN DESA

SULTAN DESA

"Langsung saja ke kamar di belakang, Sur. Dia pasti senang lihat teman main caturnya datang." Surya sengaja berjalan sedikit lambat supaya dapat melihat situasi di dalam rumah. Dia tidak menemukan hal-hal yang mencurigakan pada furnitur dan perabotan yang ada. Lagi pula, dia bingung bukti apa yang perlu dicari.
1013.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 401 Beses bilang kursi santai depan rumah
Ipakita ang mga Review (3)
Read
+Library
Enday Hidayat
Hai, viewers. Maaf sekali ada keterlambatan update cerita karena author sedang menjalani pemulihan kesehatan sejak Desember hingga sekarang. Cerita ini direvisi total sehingga ada pergeseran posisi episode. Bagi sahabat yang sudah membaca sampai episode ke 93, bisa langsung lanjut ke episode 102.
NDRA IRAWAN
Secara pribadi saya tidak mengenal Namira, Sultan Desa adalah karya pertamanya yang saya baca. Baru sampai bab dua saja, rasanya ingin belajar membuat cerita seindah, sesimple dan seasik ini untuk dibaca. Luar biasa, andai saya mengenalnya ingin rasanya membuatkan cover untuk cerita ini.
Basahin ang Lahat ng Review
Gadis Tahanan Ceo

Gadis Tahanan Ceo

Sambil tangan menarik kursi terbuat dari kayu jati, kayu yang terbaik dari kayu yang lainnya. " Sehat, sudah sejak kapan kau dirumah Armand? Papa pikir kau lupa jalan kerumah ini," ejek Papa Nielson. Ia mendarat duduk di kursi yang terpisah satu di meja makan itu. Ada satu kursi yang berhadapan dengan Papa Nielson, namun jaraknya jauh, bak berseberangan. "Mana bisa aku melupakan rumahku sendiri, Papa yang benar saja!" tungkas Armand.
103.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 94 Beses bilang kursi santai depan rumah
Read
+Library
Bilur Bulir Bertaut

Bilur Bulir Bertaut

Suasananya jauh lebih nyaman dibanding area sebelumnya. Naomi berjalan santai di antara display ruang keluarga yang ditata menyerupai rumah sungguhan. Kemudian langkahnya melambat. Matanya tertuju pada satu set kursi yang berbeda dari yang lain. Dua kursi santai yang ditempatkan berdampingan. Di antara keduanya terdapat meja kecil bundar. Tampilannya sederhana. Elegan. Nyaman. Seolah memang dibuat untuk dua orang yang ingin duduk bersama menikmati waktu tanpa gangguan.
996 viewsOngoingIdinagdag sa Library 29 Beses bilang kursi santai depan rumah
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status