Ibu Susu Anak Keponakanku
Ia lalu berdiri, mematikan lampu utama, menyisakan cahaya temaram dari sudut ruangan.
Sebelum keluar kamar, ia sempat menatap Rindu sekali lagi. Tatapan yang singkat, tapi sarat makna.
“Selamat malam, Rindu,” ucapnya pelan.
“Selamat malam,” balas Rindu tanpa menoleh.
Pintu kamar menutup perlahan, dan keheningan kembali memenuhi ruangan. Rindu mengelus rambut Luna, menatap bayi mungilnya yang sudah terlelap.
Hot Chapters