Antara Cinta dan Luka
Naya melangkah ke tengah, gaun silver berkibar.
“Satu… dua… tiga,” bisik Naya ke in-ear. Hujan Pulang dimulai. Naya buka verse—suara matang, tangan di dada. “Dari Senayan ke Ubud… hujan bawa kami pulang…”
Maya harmoni—gitar akustik, suara lembut. “Dari panti ke panggung… Mama denger kami nyanyi…”
Lara bridge—lompat kecil, suara jernih. “Tiga suara jadi satu… Grammy denger kami nyanyi…”