Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Ahli Waris Tersembunyi, Jebakan Sang CEO

Ahli Waris Tersembunyi, Jebakan Sang CEO

jawab Aruna dengan tenang. Sore hari menjelang, kabut pegunungan mulai turun lebih rendah, menyelimuti taman mawar dengan selimut putih yang lembut. Dewa dan Aruna berjalan berdua menyusuri jalan setapak di kebun. Mereka berhenti di depan sebuah nisan kecil yang terbuat dari batu granit putih di sudut paling sunyi di taman itu. Di sana tertulis nama Sofia Adiwangsa, dengan kutipan singkat di bawahnya: 'Pulang Ke Tempat Di Mana Angin Berbisik Tentang Cinta'.
10638 viewsOngoingAdded to Library 22 Times as lagu sufna yuna marawis
Read
+Library
Air Mata Suami dan Mertuaku

Air Mata Suami dan Mertuaku

Marwa tersenyum sinis. 'Aku tau kau akan kemana, Mas? Pasti kau akan menemui wanita tak tau diri itu, kan? Ini saat yang aku tunggu-tunggu! Semakin banyak bukti perselingkuhanmu, maka akan semakin mudah bagiku untuk melumpuhhkan kalian!' *** "Plakkk!"
5.713.4K viewsOngoingAdded to Library 348 Times as lagu sufna yuna marawis
Read
+Library
Terikat Tatapan Pak Dosen

Terikat Tatapan Pak Dosen

Ia kemudian mematikan suara dan menuliskan satu kata besar di papan tulis: SAUJANA. "Saujana," ucap Khai sambil mengetuk papan tulis dengan ujung spidol. "Kata ini tidak lazim kita dengar. Dalam bahasa Indonesia lama, ini berarti 'sejauh mata memandang'. Mari kita bedah liriknya." Khai menatap Maorielle sambil membacakan potongan lirik dengan nada bicara yang terdengar seperti puisi yang menyakitkan. "Ayun berayun pikir mengalun..."
841 viewsOngoingAdded to Library 31 Times as lagu sufna yuna marawis
Read
+Library
Jiwa Nyasar (Kau adalah aku)

Jiwa Nyasar (Kau adalah aku)

Dengan terpaksa Prita menggeser sisir itu hingga menjamah lutut Liana. Liana tersentak kaget, ia mengambil sisir itu dan segera berdiri lagi. Wanita itu duduk di depan cermin dan menyisir rambutnya dengan pelan-pelan. Bibirnya melirih menyanyikan sebuah lagu yang hampir saja membuat Prita muntah di kolong ranjang itu, suara Liana benar-benar buruk. Prita akhirnya bisa bernapas lega, meskipun belum keluar dari sini, tetapi ia aman karena Liana tidak menyadari keberadaan dirinya yang ada di kolong ranjang.
1014.1K viewsCompletedAdded to Library 450 Times as lagu sufna yuna marawis
Read
+Library
RANIA: PERFECT TEARS (INDONESIA)

RANIA: PERFECT TEARS (INDONESIA)

Pak Jarwo terlihat masih membenarkan topinya yang miring karena baru bangun dari tidurnya. Rania dan Desfa masuk ke dalam mobil. Untuk menghilangkan kebosanan, mereka menyetel lagu favorite mereka Avril lavigne. "When you walk away I count the steps that you take Do you see how much I need you right now?" "When you're gone The pieces of my heart are missin' you When you're gone The face I came to know is missin', too When you're gone The words I need to hear To always get me through the day
104.1K viewsOngoingAdded to Library 114 Times as lagu sufna yuna marawis
Read
+Library
Salju Turun, Kita Tak Menua

Salju Turun, Kita Tak Menua

Itu jelas Selly. Kenan memelukku dari belakang. Tubuhnya yang tegap dan telanjang masih sekuat dulu. Dengan hati-hati ia berkata, “Aku sudah menato mawar berduri milikmu di tubuhku. Kamu sudah bisa tenang, kan?” Ia menangkup wajahku dengan penuh perasaan. Tapi aku hanya merasa mual. “Jennie, berjanjilah padaku, jangan pernah lagi menyebut kata cerai.”
2.2K viewsCompletedAdded to Library 76 Times as lagu sufna yuna marawis
Read
+Library
(Bukan) Istri simpanan CEO

(Bukan) Istri simpanan CEO

Sebuah lagu romantis dari penyanyi Korea favorit Aruna, Paul Kim dengan judul Me After You, Wisnu bawakan dengan alunan piano merdu. Membuat Aruna yang duduk di meja makan melihat ke arahnya dengan senyuman tulus. "Aku tidak tahu kamu bisa bermain piano. Dan suaramu lumayan juga," komentar Aruna saat Wisnu telah menyelesaikan lagunya. Wisnu tersenyum bangga mendengar pujian dari istrinya itu, pria itu bahkan membenarkan dasi yang dipakainya meski sebenarnya masih terlalu rapih.
108.1K viewsCompletedAdded to Library 267 Times as lagu sufna yuna marawis
Read
+Library
Marry You

Marry You

Aksa yang mendengarnya ikut melihat kelayar. “Aku tahu kamu begitu marah padaku, tapi bisakah kamu pulang. Aku sangat merindukanmu,” kata Ferro mengungkapkan perasaannya. “Manisnya, Nyonya Karina. kamu tidak melihat begitu suamimu merindukan belaianmu. Pulang lah...” pembawa acara itu membantu Ferro yang membuat seisi studio tertawa, sedangkan Ferro hanya tersenyum kecil.
5.6K viewsOngoingAdded to Library 195 Times as lagu sufna yuna marawis
Read
+Library
Jeratan Hubungan Tanpa Status

Jeratan Hubungan Tanpa Status

Bohong jika Yuna bilang dirinya tak merasa tersentuh. Meskipun dia tak bisa hidup bersama Wano, tetap saja tak tega untuk menolak kebaikan dua wanita tua ini. Yuna pun mendekat sambil tersenyum, lalu memeluk Marisa. "Nenek, selamat tahun baru." Marisa begitu bahagia ketika mendengar panggilan "Nenek" ini, kemudian dia mengangguk sambil tersenyum, "Selamat tahun baru, semoga kamu selalu sejahtera dan diberi perlindungan."
9.7177.4K viewsCompletedAdded to Library 7.1K Times as lagu sufna yuna marawis
Show Reviews (65)
Read
+Library
Gavin Bolon
novel ini bagus tapi pasti masih lama tamatnya. Yuli sudah mati. tapi qirana masih hidup. sudah muncul Axel yang mirip Wano. muncul juga mama Axel yang hilang ingatan. Yuna adalah pengikut kecil axel.hal ini belum terungkap. Yuna adalah adik Yudi juga belum terungkap. siapa ibu qirana juga belum tau
Khalizah khanza
kok tamat sih, penjahat di blkang jordan siapa? dan atas dasar apa dia melakukan itu, blum lagi kluarga yang lain b mna? selvi b mna? yudha? dan kisah zanny dan yanuar b mna? dr. luna juga be mna? kasi slesai dong ceritanya, jngn gantung kek gini
Read All Reviews
Melahirkan Anak Iblis

Melahirkan Anak Iblis

Kau adalah jantungku Kau adalah hidupku, lengkapi diri ku Oh sayangku kau begitu Sempurna, sempurna Kau genggam tanganku, saat diriku lemah dan terjatuh Kau bisikkan kata, dan hapus semua sesalku Janganlah kau tinggalkan diri ku Tak 'kan mampu menghadapi semua Hanya bersamamu ku akan bisa Marissa ikut bernyanyi dengan keras seolah-olah menumpahkan semua rasa yang tersimpan di hatinya. Suaranya sangat halus dan merdu. Ia mengambil ponselnya di dalam tas selempangnya lalu merekam ibunya bernyanyi. "Gila! Suaramu bagus banget. Gak kalah sama ibumu. Kayaknya bakat Tante Aurin menurun ke kamu," puji Nia yang hanya dibalas senyuman oleh Marissa.
107.6K viewsCompletedAdded to Library 303 Times as lagu sufna yuna marawis
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status