Istriku, Aku Benar-Benar Menyesal
“Pras, tolong dengarkan aku. Dia berbohong. Dia selalu berbohong. Dia hanya ingin menghancurkan hidup kita.”
Prasetyo, yang sejak tadi diam, merasa kepalanya mulai berat. Dua orang di hadapannya terus berbicara, saling menyalahkan, sementara pikirannya mulai dipenuhi dengan berbagai pertanyaan. Ia mencoba mengingat sesuatu, apa pun, tentang Arman, tentang Samantha, tentang masa lalunya. Tapi ingatannya tetap buram.
“Aku…” Prasetyo memijit pelipisnya, mencoba menghilangkan rasa pusing yang mulai menyerang. “Aku tidak tahu siapa yang harus aku percaya.”
Hot Chapters