Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Zhang Lei Dan Perang Tiga Alam

Zhang Lei Dan Perang Tiga Alam

Namun saat ia membuka salah satu halaman di tengah buku— Sesuatu tiba-tiba jatuh dari sela-sela kertas. Sebuah bunga kecil. Bunga itu sudah layu, kelopaknya pucat dan rapuh. Zhang Lei membeku. “Itu…?” Jin Yuan juga langsung menunduk melihat meja. “Bunga?” gumamnya heran. “Aku tidak pernah menaruh bunga di dalam buku ini.” Zhang Lei perlahan mengambil bunga itu. Matanya melebar. “Ini… bunga plum (Meihua)…”
10656 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai language of flowers book
Baca
+Pustaka
Insinyur Termalas Dari Dunia Lain

Insinyur Termalas Dari Dunia Lain

Ia tersenyum saat melihat Felicity datang, dan untuk sesaat, matanya yang abu-abu berbinar dengan cara yang aneh—seperti melihat sesuatu yang sangat berharga. Mereka membaca buku bersama. Liam membacakan puisi dengan suara lemahnya, dan Felicity mendengarkan, terhanyut oleh kata-kata yang entah mengapa terasa familiar. Hari kelima. Felicity membawa benih bunga baru—hadiah dari Martha. Liam begitu senang hingga matanya berkaca-kaca. "Bunga-bunga ini," katanya, "adalah satu-satunya warna dalam hidupku. Sekarang kau memberiku lebih banyak warna."
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai language of flowers book
Baca
+Pustaka
MEMORY

MEMORY

Violet merasa dejavu dengan kalimat yang terlontar dari bibir manis seorang pemuda bernama Langit. Violet hendak menolak, tapi ketika matanya melihat bunga yang ada di tangan Langit membuat Violet enggan untuk menolak. Bukan berarti ia menerima cinta Langit, tapi ia hanya ingin bunga Mawar Juliet yang sangat langka itu. Dengan tangan yang gemetar, Violet mencoba mengambil alih pot bunga yang berada di tangan Langit. "Lang, ini--bunga mawar Juliet kan ya?" Melihat Violet yang begitu senang dengan bunganya kali ini, membuat Langit tersenyum bangga.
9.93.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai language of flowers book
Baca
+Pustaka
Broken Flower

Broken Flower

Ia mengalihkan perasaan itu dengan berjalan ke sana kemari, membicarakan rencana-rencana dengan semangat yang menggebu—tentang rak buku kecil untuk dongeng malam, tentang karpet bulu domba dari Swiss, bahkan lampu gantung kristal kecil untuk kamar bayi. Grassiela menatap ibunya, ragu, tapi akhirnya memberanikan diri. "Mom…" Helena terus berbicara, pura-pura memeriksa vas bunga di dekat jendela. Mengomel tak jelas, berkata bahwa seharusnya pelayan menaruh lavender bukannya mawar. Tangannya sibuk merapikan kelopaknya, meski tak ada yang salah dengan vas itu.
1011.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 314 kali sebagai language of flowers book
Baca
+Pustaka
Idola Ranjang

Idola Ranjang

Ingat itu! Setelah selesai membersihkan wajah dan bagian tubuh Alex. Flower bangkit dari ranjang dan menghampiri sebuah lemari yang penuh dengan buku. Aneh juga pria seperti Alex memiliki banyak koleksi buku. Flower mengamati satu persatu buku itu, dan dia memutuskan untuk mengambil beberapa buku bacaan dari sana. Sebuah novel cerita cinta terselip di antara buku-buku itu membuat Flower tertawa pelan.
1029.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 710 kali sebagai language of flowers book
Baca
+Pustaka
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

"Kita harus menjadi sebuah Perpustakaan yang Hidup." Aura menciptakan jenis tanaman baru yang bisa tumbuh di luar halaman buku, di atas kayu-kayu rak Perpustakaan Agung. Tanaman ini disebut The Meta-Flowers. Bunga-bunga ini mekar dengan warna-warna yang melambangkan emosi dari para pembaca di dunia nyata. Jika seorang pembaca merasa terinspirasi, satu bunga akan mekar. Jika mereka merasa terhubung, bunga itu akan mengeluarkan cahaya yang menyinari seluruh ruangan.
743 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai language of flowers book
Baca
+Pustaka
Orenda : Terlahir Kembali Menjadi Antagonis

Orenda : Terlahir Kembali Menjadi Antagonis

“Semoga kalian berdua bisa menjadi saudara yang saling menyayangi.” * Chlora menyipitkan matanya ketika melihat bunga yang tiba-tiba ada di atas buku catatannya. Ia menatap kamarnya dengan tatapan curiga. Bunga itu berwarna emas dan mirip seperti bunga magnolia. “Aku harus tanya ke ibu apa arti dari bunga ini,” ucapnya.
109.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 289 kali sebagai language of flowers book
Baca
+Pustaka
Wildflower

Wildflower

Tidak tahu harus berbuat apa. "Tapi sampai kapan kita bisa menyembunyikan semua rahasia ini? Lily sekarang makin hari makin mirip dengan almarhum ibunya ya, Pa? Seperti pinang dibelah dua dengan si Aimee, cantik sekali dia." Floria tersenyum sambil membayangkan wajah keponakannya yang cantik, dan makin hari makin mirip dengan ibunya. "Lily dan Aimee memang mirip sekali, apalagi kalau dia memakai kerudung biru langit seperti saat di makam itu. Papa sampai mengira itu Aimee yang hidup lagi."
1024.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 493 kali sebagai language of flowers book
Baca
+Pustaka
Dewa Perang Tak Tertandingi

Dewa Perang Tak Tertandingi

Lucy tampak terkejut, tangannya gemetar seolah ingin berkomunikasi. "Lucy," kata Raka dengan lembut, menggenggam tangan Lucy dan mengambil Floracaelum. Lucy, yang sebelumnya enggan mendengarkan penjelasan Raka tentang bunga ajaib tersebut, kini terlihat penuh kekhawatiran. Mereka tidak berbicara sama sekali selama perjalanan di taksi menuju ruangan perjamuan. Sekarang, Raka akhirnya bisa menunjukkan Floracaelum-nya kepada Lucy, bunga yang bisa mengembalikan kemampuannya untuk berbicara.
9.770.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai language of flowers book
Baca
+Pustaka
FLOWIE

FLOWIE

tanya Luke saat mereka sudah tiba di dalam toko. “Kami punya Lily, Orchid, Lavender, Daisy, Hydrangea, Carnation, Tulip, Baby’s breath, Peony-” jelas Flowie cepat. Terlalu cepat hingga Luke memotongnya, “Berikan aku dua buket mawar mewah,” ppotong Luke sambil berjalan santai dengan memasukan salah satu tangannya ke dalam saku celananya. “Kalau dari awal kau memang ingin mawar merah, kenapa repot-repot bertanya mengenai bunga lain?” tanya Flowie mendengus sebal.
105.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 215 kali sebagai language of flowers book
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status