Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pelabuhan terakhirku

Pelabuhan terakhirku

ujar bocah yang paling tinggi diantara mereka. "Saya Cuap, kak. Bukan acara gosip cuap-cuap di tv itu." Ujar Cuap. Mereka kembali terkekeh mendengarnya. "Saya Drio." "Saya Prank." Ujar bocah terakhir. "Prank?" Gumam Binar. "Iya kak. Emangnya napa?" Tanya Prank. "Gak apa-apa." Bela Amaz, tersenyum-senyum tidak jelas.
1010.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 300 kali sebagai last but not least
Baca
+Pustaka
Titik terakhir

Titik terakhir

Kemudian memanggil dengan lembut nama yang telah menjadi request Miko, "Zyn." Wajahnya berbinar cerah. Tanpa sedikitpun celah untuk merenung. Berbanding terbalik dengan aku yang berwajah putih pucat. Tanpa senyum tanpa ekspresi. Kemudian pemuda tersebut memberi tanda 'v' dengan jari telunjuk beserta jari tengah. "Aku udah tobat, Ran. Cukup kamu aja yang terakhir."
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai last but not least
Baca
+Pustaka
THE LAST MISSION

THE LAST MISSION

Akhirnya ia mulai unjuk bakat di depan gadis itu, setidaknya ia bisa mendapatkan pengakuan dari Rina sebelum mengikuti audisi. 자 떠나자 저 위로 Let’s go up there 뭉게구름보다 위로 Higher than cumulus clouds 손을 잡고서 달려봐 on the sky By holding hands, run on the sky 자 떠나자 어디로 Let’s leave to somewhere 우리의 기분을 타고 By riding on our feeling 하루가 다르게 네가 보고 싶어지는 내 맘
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai last but not least
Baca
+Pustaka
Booking Terakhir

Booking Terakhir

BOOKING TERAKHIR Nama Tamu : RAKA PRADANA Tanggal Check-in : 17 Agustus 1999 Status : BELUM HADIR Raka mengulang kalimat terakhir itu berkali-kali. Belum hadir, bukan pernah hadir dan juga bukan menghilang, seolah seseorang masih menunggu kedatangannya hingga hari ini. Di belakangnya, koper milik petugas arsip tertutup sendiri. Klik.
10411 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai last but not least
Baca
+Pustaka
Cinta Terakhir

Cinta Terakhir

Bahkan, sekarang Noe yang menjemputnya ditemani Lastri. “Ren, kau mau beli sesuatu tidak? Mumpung kita belum sampai rumah.” Menggeleng lemah yang mampu Rena beri. Lastri yang duduk di kursi belakang bersamanya tak jarang menawarkan minum atau camilan, tetapi ia tolak.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai last but not least
Baca
+Pustaka
Benteng Terakhir Pernikahan

Benteng Terakhir Pernikahan

Kata-kata Bima cepat dan pasti seakan ia sendiri takut mendengarnya. Mata Nindya mengecil, dahinya berkerut. “Kau mengajakku pergi?” tanyanya. Bima mengangguk. “Aku rasa ini adalah satu-satunya jalan. Kita tak perlu berhubungan dengan Laras ataupun Nico. Tak ada makan malam keluarga dan peristiwa lain di mana kita harus hadir saat kita belum siap.”
109.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 189 kali sebagai last but not least
Baca
+Pustaka
Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

Suara-suara itu tertelan, meninggalkan satu kalimat terakhir di udara: “Pintu terakhir menunggu darahmu, Naira.” “
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai last but not least
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status