Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kesempatan Kedua, Luka Terakhir

Kesempatan Kedua, Luka Terakhir

Ruslan menatapku dan berkata, "Dewita, yang namanya manusia harus bisa kerja sama yang lainnya. Kamu sudah keterlaluan hari ini!" "Keterlaluan? Pak Ruslan, saya nggak paham apa yang Bapak maksud. Tolong ajari saya!" "Saya bisa memperbaiki diri!" Wajah Ruslan berubah suram. "Dewita!" "Iya, saya di sini, Pak. Saya beneran nggak paham, apanya yang keterlaluan? Apa salah saya?" "Tolong jelaskan, pasti saya perbaiki!"
10.1K viewsCompletedAdded to Library 281 Times as last but not the least
Read
+Library
Lebih dari selamanya

Lebih dari selamanya

Ia perlu waktu untuk menceritakan masa lalunya. Masih dalam cerita Ibu Roy, Alifa tetap penasaran dengan kasus yang Amanda tangani. Hingga tak sadar jam sudah menunjukkan jam satu siang. Ia siap mendengarkan semuanya. Bukan hanya modal mendengarkan, dia juga merekam semuanya. "Bruno memiliki penyakit langka. Seperti kanker otak tapi bukan kanker otak namanya. Aku lupa." Kelanjutan ceritanya.
105.3K viewsOngoingAdded to Library 163 Times as last but not the least
Read
+Library
Anniversary Terakhir

Anniversary Terakhir

“Jangan kurang ajar kamu!” Lelaki itu menyeringai, “bukankah ini yang kamu ingikan selama ini? Aku akan beri hadiah anniversary kita, Sayang. Ini bukan yang terakhir, tapi ini justru akan jadi yang pertama.”
1019.7K viewsCompletedAdded to Library 631 Times as last but not the least
Read
+Library
Pelabuhan terakhirku

Pelabuhan terakhirku

ujar bocah yang paling tinggi diantara mereka. "Saya Cuap, kak. Bukan acara gosip cuap-cuap di tv itu." Ujar Cuap. Mereka kembali terkekeh mendengarnya. "Saya Drio." "Saya Prank." Ujar bocah terakhir. "Prank?" Gumam Binar. "Iya kak. Emangnya napa?" Tanya Prank. "Gak apa-apa." Bela Amaz, tersenyum-senyum tidak jelas.
1010.2K viewsOngoingAdded to Library 214 Times as last but not the least
Read
+Library
The Last Hug

The Last Hug

00 atau pukul 3 sore yang berarti sudah waktunya untuk para pekerja menghentikan aktivitasnya dan pulang untuk beristirahat dari segala pekerjaan yang telah dilakukannya hari ini. Sambil membereskan beberapa file yang berada di mejanya, TV melirik sedikit-sedikit pada layar ponsel yang berada di sebelah kiri tangan Nuri. Sebuah kabar Yang dinanti oleh Nuri meskipun pada kenyataannya mungkin pesan itu tidak akan masuk kedalam aplikasi yang berada dalam ponsel Nuri. Sampai file yang dibereskannya pun rapi, tidak ada tanda-tanda bahwa pesan tersebut akan diterima oleh Nuri.
102.3K viewsOngoingAdded to Library 48 Times as last but not the least
Read
+Library
Unforgettable

Unforgettable

Perlahan Brandon menyuruh Anna untuk berbalik, ia berniat untuk mengaitkan gantungan itu pada salah satu sleting tas milik Anna. "Saat kamu merasa terancam, langsung klik tombol di tengah ini sekali, dan akan ada bunyi sirine mobil polisi keras yang keluar dari dalam mesinnya sehingga memungkinkan orang-orang mencurigakan itu untuk pergi menjauh, lalu untuk mematikannya kamu tinggal menekannya kembali," jelas Brandon. "A-Apa ini tidak terlalu berlebihan? Aku sungguh tidak terbiasa menerima barang sembarangan dari orang lain,"
1010.3K viewsCompletedAdded to Library 320 Times as last but not the least
Read
+Library
The Last Queen

The Last Queen

Ia telah berusaha dengan baik ia yakin nama terakhir itu akan menjadi miliknya. "Keenam, Saptaji." Damar terduduk lemas setelah mendengar nama terakhir yang disebut oleh senopati. Ia sangat kecewa dari enam nama yang disebutkan tadi tak ada namanya di sana. "Selamat untuk nama-nama yang telah berhasil lolos," tutup senopati sebelum ia meninggalkan tempat.
5.9K viewsCompletedAdded to Library 154 Times as last but not the least
Read
+Library
KAUM TERAKHIR

KAUM TERAKHIR

Kembali mendatarkan wajahnya, Kyana berbicara pelan, "Bertingkahlah seperti kalian tidak mengetahui apapun. Kita lihat seberapa hebat sekumpulan sampah itu." Untuk sejenak netra hitam legam Kyana berkilat, sembuart kemerahan dengan sedikit percikan terlihat di irisnya. Mengangkat dagunya, mulai melangkahkan kedua kakinya memasuki istana diikuti oleh kedua pengawalnya dan juga anak panah yang kapan saja melesat menembus dadanya. Suara heels yang mengetuk tegas lantai aula istana yang telah dipenuhi lautan manusia, berhasil menyita perhatian semua orang. Ditambah lagi dengan aroma khas yang selalu menguar dari tubuh Kyana membuat siapa saja tahu bahwa Sang Kaum Terakhir-Kegelapan datang.
2.9K viewsCompletedAdded to Library 80 Times as last but not the least
Read
+Library
Pemandangan Terakhir Anakku

Pemandangan Terakhir Anakku

Setelah pergi, aku naik pesawat menuju Padang Gob yang luas untuk melihat galaxy dan langit penuh bintang. Ini adalah impian Leo. Sejak kecil, dia sangat menyukai astronomi. Hari ulang tahun itu seharusnya menjadi momen pertama kalinya dia melihat hujan meteor langsung di alam liar, tapi tak disangka tempat itu malah menjadi tempat peristirahatan terakhirnya.
2.3K viewsCompletedAdded to Library 47 Times as last but not the least
Read
+Library
Titik terakhir

Titik terakhir

:Rani Miko:"Aku dan kamu ngga pernah ngerti." Sederhana. Tetapi siapa yang mengira. Bahwa kata tersebut mampu menyentil bangian terdalam. Sudut yang tidak terjamah, bahkan oleh diriku sendiri. "Timakasih, Zyn. Maaf, kupikir kita cukup sampai di sini.": Rani
103.4K viewsOngoingAdded to Library 68 Times as last but not the least
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status