Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kesempatan Kedua, Luka Terakhir

Kesempatan Kedua, Luka Terakhir

Ruslan menatapku dan berkata, "Dewita, yang namanya manusia harus bisa kerja sama yang lainnya. Kamu sudah keterlaluan hari ini!" "Keterlaluan? Pak Ruslan, saya nggak paham apa yang Bapak maksud. Tolong ajari saya!" "Saya bisa memperbaiki diri!" Wajah Ruslan berubah suram. "Dewita!" "Iya, saya di sini, Pak. Saya beneran nggak paham, apanya yang keterlaluan? Apa salah saya?" "Tolong jelaskan, pasti saya perbaiki!"
9.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 278 kali sebagai the last but not least
Baca
+Pustaka
Keturunan Terakhir

Keturunan Terakhir

Lagu mulai terdengar, para pengunjung yang awalnya bersorak sorai bahagia mulai hening untuk mendengarkan Delia bernyanyi. Dan kali ini Delia membawakan sebuah lagu dari Bagas Ran dengan judul Cinta terakhirku.
1014.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 411 kali sebagai the last but not least
Baca
+Pustaka
Titik terakhir

Titik terakhir

Dalam batin menunggu, bisakah kamu menyapaku lebih dulu? Tidak, pemuda tersebut punya benteng terkuat. Berjalan santai sembari kedinginan menatap jauh ke depan. Hanya sekilas melirikku yang ingin tenggelam dalam kepura-puraan. Pertemuan terakhir yang membosankan menjadi hal yang paling aku sesali. Seandainya aku bisa memutar waktu, aku akan berteriak. "Bagaimana kabarmu?", "Bagaimana dengan kelangsungan tunanganmu?" aku harap pernikahan itu batal.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai the last but not least
Baca
+Pustaka
The Last King

The Last King

"Ibuku yang merancangnya." "Oh begitu." Kini hening di antara mereka. Erasmus tidak berani bicara banyak mengingat ia sempat salah bicara sebelumnya. Kini matanya beredar menelisik setiap detail dari kamar yang luas itu. Erasmus menangkap ada sebuah pintu di ujung ruangan yang letaknya cukup tersembunyi dan tidak di sadari karena tertutup lemari besar. "Itu pintu? Yang ada di belakang lemari besar?" Erasmus reflek bertanya.
106.6K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 230 kali sebagai the last but not least
Baca
+Pustaka
SALAM TERAKHIR

SALAM TERAKHIR

Namun berharap mereka akan kembali seperti dulu juga sesuatu yang mustahil. "Satu malam. Pelukan terakhir. Ciuman terakhir. Ahh, Mike. Aku sungguh mengharapkanmu untuk kembali."
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai the last but not least
Baca
+Pustaka
The Last Leaf

The Last Leaf

wanita itu tergagap untuk memberikan penjelas terhadap Antonio "Saya akan membayar berapapun, saya bersumpah akan hal itu" Namun, sang staff hanya mematung, tak tahu harus berbuat apa. "Tidakkah anda mendengar, nona ? Cepatlah hubungi atasanmu dan beritahukan permintaan saya ini padanya, jika anda tidak melakukan apa yang saya minta, saya pastikan anda akan menyesal"
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai the last but not least
Baca
+Pustaka
KAUM TERAKHIR

KAUM TERAKHIR

Ditambah lagi dengan aroma khas yang selalu menguar dari tubuh Kyana membuat siapa saja tahu bahwa Sang Kaum Terakhir-Kegelapan datang. Tatapan permusuhan-seakan ingin mengoyak jiwanya-seketika memenuhi ruangan itu. Mengacuhkannya, Kyana terus berjalan melewati lautan manusia yang tampa disadari terbelah seakan mempersilakan gadis itu untuk berjalan layaknya seseorang yang begitu dihormati. Yah, bukankah memang seharusnya begitu mengingat dia menyandang gelar Ratu di depan namanya walau tanpa melalui acara penobatan layaknya hukum yang berlaku di dunia Immortal.
2.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai the last but not least
Baca
+Pustaka
DI PEMBERHENTIAN TERAKHIR

DI PEMBERHENTIAN TERAKHIR

Keesokannya “Ini gambarnya kurang terang, butuh pencahayaan, coba Lo ke kiri dikit biar ada cahayanya, coba Lo kasih pencahayaan. Kalau yang ini, terlalu banyak kena cahaya, coba agak gelap dikit!” “Kayanya hati dan pikiran Lo deh yang butuh penerangan!” “Lo ngeyel amat sih.”
8.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 202 kali sebagai the last but not least
Baca
+Pustaka
Lentera Terakhir

Lentera Terakhir

“Keegoisan? Bukannya kalian yang meninggalkan kami—“ “Itu bukan egois, tapi kami ingin hidup.” Kepala mereka berhenti berusaha memecahkan kaca yang tebal tersebut, tak ada satu goresan pun yang membuat cela untuk serangga masuk. Delia melirik suaminya yang memang cerdas. Namun tetap saja, alasan ingin hidup pun adalah egois. Deryn memberi isyarat untuk tetap diam, ketika mereka semua menghela napas dengan ucap syukur. Usaha suaminya berhasil.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai the last but not least
Baca
+Pustaka
Gadis Terakhir

Gadis Terakhir

Aarav tidak pernah berhenti bersyukur kalau Gadis Terakhir yang dijodohkan oma Aneu kepadanya adalah Sifabella. Sifabella adalah Gadis Terakhir yang akhirnya menikah dengan Aarav karena terpaksa dan sekarang telah memberikannya satu orang putra dan mereka akan terus menghasilkan keturunan untuk Marthadijaya. Dan Aarav berjanji, Sifabella akan menjadi Gadis Terakhir yang dicintainya hingga tutup usia nanti. ~THE END~ Follow i* erna_azura untuk informasi novel terbaru Erna Azura ya😘
1042.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 924 kali sebagai the last but not least
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status