Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bukan yang Pertama

Bukan yang Pertama

Pokoknya stay tune aja, ya😍 See u next part 💋
1022.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 616 kali sebagai last but not least
Tampilkan Ulasan (12)
Baca
+Pustaka
Amesya Nadira
cerita amih yg satu ini bner2 mebawangkan yaa....kisah miris Nia yg jadi yatim piatu dgn keadaan ekonomi yg mengsedihkan. di paksa jadi istri kesekian dri lintah darat yg tua banhka. moga aja dgn hadirnya bu sulis dan Sean bisa buat Nia bahagia yaa...Sean,pliss yaa jaga omongannya,bucin lho nantinya
Momi Kafa
cerita judul bukan yang pertama ,bener-bener sesuai dengan isi ceritanya, nyesek dimana Ina dengan keadaan yang serba kesulitan dalam status sosial ekonominya.dan sebagai yatim ina harus di jodohkan dengan sean,yg statusnya adalah duda.demi rasa bersalah nyonya sulis terhdp ina.semoga ina bisa tabah
Baca Semua Ulasan
DI PEMBERHENTIAN TERAKHIR

DI PEMBERHENTIAN TERAKHIR

Aku bahagia Bagiku, ini adalah pemberhentian terakhir Tempatku berhenti untuk berlari Tempatku berhenti untuk mengingat segala hal yang menyakitkan Tempatku berhenti untuk mencemaskan masa depan Tempatku berhenti untuk berjuang seorang diri Tempatku berhenti untuk merasa kesepian Tempatku berhenti untuk mencari kebahagiaan Tempatku berhenti untuk menunggu seseorang yang bisa membuatku merasakan cinta Karena di pemberhentian terakhir ini, Aku telah menemukannya Seseorang yang akan melangkah bersamaku Seseorang yang membuatku melupakan rasa sakit itu Seseorang yang menjadikan masa depanku akan lebih indah
8.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 161 kali sebagai last but not least
Baca
+Pustaka
Unforgettable

Unforgettable

Namun saat ini hanya kata-kata terakhir Reva yang ia ingat. Brandon teringat kembali saat Anna memintanya dengan sangat untuk membatalkan perjodohannya dengan Reva, ia sadar saat itu dirinya hanya ingin membantu gadis itu sampai-sampai tak pernah terpikir jika pembatalan perjodohan itulah yang akan menentukan akhir dari perjanjian Anna dengan Reva. Pertama kali dalam hidupnya Brandon merasa kesal dengan dirinya sendiri, semuanya sudah terlambat, seharusnya ia mendengarkan perkataan Anna hari itu, penyelesan memang selalu datang di akhir.
1010.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 203 kali sebagai last but not least
Baca
+Pustaka
Sepuluh Senja Terakhir Asa

Sepuluh Senja Terakhir Asa

Sei mencoba mengajak ngobrol Sagara agar tidak terlihat sedih. "Oh iya, lupa!" Pekik Sagara saat ingat ada yang tertinggal. Sei mengangkat dua alisnya bertanya. "Kenapa?" "Handphone Kakak ketinggalan di loker, kamu tunggu sini dulu oke? Kakak mau ambil handphonenya." Titah Sagara mendapat gelengan dari Sei. "Ga mau, aku tunggu parkiran aja ya?" Sagara langsung mengangguk dan pergi dari hadapan Sei. Gadis itu melihat ke arah Regan dan Alya, mereka berdua sibuk berdebat.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai last but not least
Baca
+Pustaka
Lebih dari selamanya

Lebih dari selamanya

Alifa memicingkan matanya berpikir. "Buah duku belinya di pasar minggu...." "Cakep...." mereka serentak antusias. "Jangan lupa di bawa ke menantu...." "Cakep...." "Jangan terpaku pada masa lalu...karena masa lalumu bukan masa depanmu...." Mereka bertepuk tangan menggemakan suasana. "Aku...aku...." Roy angkat tangan. "Gih," pinta Alifa.
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai last but not least
Baca
+Pustaka
Cinta Untuk Rumah Terakhir

Cinta Untuk Rumah Terakhir

“Pertemuan hari ini, sepertinya kita tidak bisa makan siang bersama, Mba Asha. Saya harus merayakan hari pernikahan dengan istri yang ke 18, maafkan saya ya.” “Oh tidak apa, Pak. Saya ucapkan selamat atas perayaannya. Semoga menjadi pasangan tak terpisahkan hingga maut.” Dalam hati, Asha bersorak kegirangan. Lantas dia mengantar bosnya keluar. Saat hampir mencapai posisi duduk, seseorang kembali mengetuk pintu. Asha tergopoh-gopoh memburunya. “Apa ada yang tertinggal, Pak?”
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai last but not least
Baca
+Pustaka
Pemandangan Terakhir Anakku

Pemandangan Terakhir Anakku

Wajahnya jelas-jelas tersenyum, tapi bagiku dia tampak seperti ular berbisa yang dingin, membuat sekujur tubuhku merinding. “Kak Vivi, Colaku sudah mati. Seharusnya kamu juga nggak perlu bawa kotak abu palsu begini hanya untuk memesan lahan makam demi menipu James dan cari perhatian. Cola itu nyawa yang berharga, aku ingin dia bereinkarnasi dengan baik di kehidupan selanjutnya. Berikan saja lahan ini pada Cola, ya?” Lahan ini khusus kupilih di tempat yang paling banyak terkena sinar matahari, dengan harapan di kehidupan mendatang Leo bisa hidup sehat dan bahagia.
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai last but not least
Baca
+Pustaka
Kesempatan Kedua, Luka Terakhir

Kesempatan Kedua, Luka Terakhir

Ruslan menatapku dan berkata, "Dewita, yang namanya manusia harus bisa kerja sama yang lainnya. Kamu sudah keterlaluan hari ini!" "Keterlaluan? Pak Ruslan, saya nggak paham apa yang Bapak maksud. Tolong ajari saya!" "Saya bisa memperbaiki diri!" Wajah Ruslan berubah suram. "Dewita!" "Iya, saya di sini, Pak. Saya beneran nggak paham, apanya yang keterlaluan? Apa salah saya?" "Tolong jelaskan, pasti saya perbaiki!"
9.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 228 kali sebagai last but not least
Baca
+Pustaka
Lentera Terakhir

Lentera Terakhir

Lama berselancar, setelah ketemu langsung ditunjukkan pada beberapa pria di sekitar. “Ini namanya manometer, di sebelahnya ada speedometer.” Ucapan Deryn yang rumit dan sulit dimengerti membuat mereka semua melongo. Bahkan ada yang mengorek telinga, berharap suaminya mengulang. “Mano—mano apa?” tanya Sia, kemudian menatap Nino. Sedang Nino hanya mengedikan bahu. “Saya baru lulus, Pak. Hanya mengerti logaritma dan gramar.”
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai last but not least
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status