CEO Brondong itu Kekasihku
“Tidak lah, Raya Sayang. Kalau Pak Alexander neko-neko dengan kamu, aku yang bakal maju duluan. Enak saja menyakiti temanku yang baik ini. Ayo, kapan kita melabrak Pak CEO?”
Kesalku justru kendur mendapat tantangan. Ria sahabatku ini memang bertubuh kecil, tapi jangan salah betapa kuat dan lincahnya dia. Sabuk hitam karate di tangannya, dan dulu selalu menang dalam pertandingan.
“Kenapa, Yak. Cerita, dong.”
Mendapat panggung, aku segera memuntahkan semua yang menyesakkan dada. Tidak hanya kekesalan, umpatan pun terikut tanpa ada ditutupi.
Hot Chapters