Luka Mila
Tangannya meraih gelas di depannya dan menyesapnya pelan, membiarkan percakapan mengalir tanpa perlu terlalu banyak ikut campur.
Beberapa waktu kemudian, meeting berakhir dengan kesepakatan untuk melanjutkan pembahasan di pertemuan berikutnya. Satu per satu orang mulai berdiri, kursi bergeser, dan percakapan kecil terdengar sebelum akhirnya ruangan perlahan kosong.
“Lumayan,” komentar Alex ketika tinggal mereka berdua di ruangan itu.
Mila merapikan kertas-kertas di meja, lalu memasukkannya ke dalam map sebelum menyerahkannya pada Alex.
Hot Chapters