Kehidupan Kedua : Terbangun Di Tubuh Putri Kerajaan
Beliau berhenti sejenak, lalu menambahkan, “Kau akan pergi ke Mangir, Pembayun. Maka gunakan waktu sebelum itu untuk memahami makna kata pulang. Kadang, yang pergi tidak selalu kehilangan, dan yang tinggal tidak selalu selamat.”
Pembayun menahan napas, kalimat itu terdengar seperti pertanda. Sementara Nawang hanya bisa menatap lantai, dada terasa sesak tanpa tahu mengapa.
Panembahan kembali menatap keduanya, lalu berkata dengan nada akhir yang tenang namun penuh makna.