Hijrah Cinta Bryan
ujar Zeliya, membuat Luna langsung sigap, mengarahkan jempolnya ke atas.
Sedangkan Arham, ia hanya mengangguk saja, walau dalam hati ia cemburu karena akan melihat kebersamaan Zeliya dan Bryan di hadapannya, tapi ia harus profesional. Pekerjaan lebih penting dari sekedar perasannya.
"Makasih ya Liya, maaf kalau aku menyusahkanmu, kamu beneran nggak keberatan?" tanya Arham.
Zeliya menggeleng, "nggak, lagian aku nggak akan jadi model lagi setelah ini, cuma sementara."
Hot Chapters