2'20
Grilya dan Lingga lantas langsung meletakkan satu lututnya di atas permukaan air danau itu, sedangkan satu lututnya lagi mereka gunakan untuk menyanggah tangan sendiri, menunjukkann sikap tunduk, patuh, dan hormat ala prajurit tingkat bawah pada umumnya.
“Ya ... Tuan.” Keduanya menjawab bersamaan dengan nada yang sangat tenang.
“Apa ada informasi baru?”
Lingga membuka mulut dengan pelan, “Ya, ada sekumpulan orang yang berasal dari sebuah komunitas khusus, mereka menamai diri mereka sebagai Prajurit Bérawa, markasnya berada di Bali, dan mereka sudah tahu tentang rencana kedatangan kita, Tuan.”
Hot Chapters