SANG PENANTANG WURAKE
Tiba di gubuk, aku tidak langsung naik, tapi lebih dulu berdiam di kolong, menajamkan pendengaran hingga beberapa saat lamanya.
Gubuk kami ini adalah gubuk panggung. Tinggi kolongnya sekira dua meter. Untuk naik ke gubuk, kami harus menapaki lima anak tangga yang terbuat kayu gelondongan seukuran lengan orang dewasa.
"Sepertinya dia belum melahirkan," gumamku kala tak mendengar adanya suara tangis bayi atau semacamnya.
Setelah itu, aku pun naik ke gubuk. Berpijak pada anak tangga ke-tiga, barulah aku menyapa; "Assalamualaikum, Kak!"