KISAH CINTA YANG TERNODA
Jengah sekali rasanya Kumala dipertemukan dengan perempuan ini dan harus menceritakan kembali kisah kelam suaminya yang menimbulkan gurisan luka di hatinya.
“Tapi, aku mencintai suami, Mbak.” Lili begitu nekatnya mengucapkan kata itu pada Kumala tanpa memikirkan perasaan Kumala yang mungkin saja tetap sakit mendengarnya, meski itu bukan dari pengakuan suaminya.
“Kalau begitu, Mbak Lili, buatlah suamiku mencintaimu dan meninggalkan kami, sebab saya jelas tak mau di madu.”