Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aku Di Antara Pernikahan Pertama

Aku Di Antara Pernikahan Pertama

Tidak ada yang lebih menyakitkan daripada mendapati suami yang kita cintai, ternyata lebih mencintai wanita lain. "Aku sayang sama kamu, Aisyah. Kamu ibu dari anak-anakku." Lelah. Aisyah lelah menangis, tapi sayangnya, kalimat Harun terlalu menyakitkan, membuat tangisnya semakin deras. Bukan sayang karena telah melahirkan anak yang dia mau, melainkan cinta. Cinta seorang suami pada istrinya.
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai mencintai suami orang itu menyakitkan
Baca
+Pustaka
AKU (BUKAN) WANITA KEDUA

AKU (BUKAN) WANITA KEDUA

Mencari siapa yang salah dalam kehancuran rumah tangganya. Terlebih setelah mereka tahu penyebabnya nanti. Kata-kata sinis dan menyakitkan hati pasti akan terdengar nanti. Merebut suami orang ternyata selama ini. Kesan wanita baik-baik yang selama ini melekat pada dirinya akan hancur berkeping-keping tentunya.
511.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 311 kali sebagai mencintai suami orang itu menyakitkan
Baca
+Pustaka
Kontrak Pernikahan sang Pewaris

Kontrak Pernikahan sang Pewaris

Karena Dia seakan sanggup menahan rasa sakit di hatinya karena terlalu mencintai. Tanpa ada yang mengetahui, bahwa perasaan ini begitu sangat tidak diinginkannya. Wanita itu begitu sangat tersiksa karena terlalu mencintai. Jika bisa dia ingin membunuh rasa cinta di hatinya agar tidak ada rasa sakit yang menyiksanya "Katanya indah tapi kenapa aku merasakan cinta itu sangat menyakitkan." Cinta mengusap air matanya. Dinding pemisah yang dibuat oleh sang suami terasa begitu sangat sulit untuk bisa dilewatinya.
7.322.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 819 kali sebagai mencintai suami orang itu menyakitkan
Baca
+Pustaka
Main Cantik Membalas Suamiku

Main Cantik Membalas Suamiku

Batin Kinan bertanya. Tanpa sadar bulir air mata menetes dari matanya, Kinan merasa sangat sedih karena suami yang begitu dicintainya mengkhianatinya sedemikian rupa. Ternyata seseorang yang kita cintai terkadang juga merupakan oramg yang menyakiti kita.
1013.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 402 kali sebagai mencintai suami orang itu menyakitkan
Baca
+Pustaka
Dinikahi Profesor Galak

Dinikahi Profesor Galak

"Kalau kegap juga pasti yang masuk tanpa izin yang disalahin." "Iya juga, ya. Tapi istrinya lagi sakit gitu. Kasihan, deh." "Kasihan kenapa? Pasti istrinya seneng juga, lah. Masa ngelayanin suami sendiri dikasihanin? Emangnya dia disiksa?" "Ya kan lagi sakit pasti lemas." "Anggap aja itu mah booster. Apalagi kalau suaminya 'pinter', yang ada malah semangat, kali."
9.985.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai mencintai suami orang itu menyakitkan
Baca
+Pustaka
Petaka Dua Garis Merah

Petaka Dua Garis Merah

Sekali pun itu sangat menyakitkan. Sikap ibu mertua yang kejam memang menyakitkan. Namun jauh lebih menyakitkan saat melihat suami berduaan dengan wanita lain. Berkali-kali aku beristighfar dalam hati. Mencoba menahan gejolak rasa yang menyesakkan rongga dada. Aku harus menghubungi Mas Rendi. Aku butuh penjelasan darinya.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai mencintai suami orang itu menyakitkan
Baca
+Pustaka
Anak Rahasia Kepala Sekolah

Anak Rahasia Kepala Sekolah

Dan itu cukup mengganggu. Sungguh. Terkadang aku pun bingung, mengapa aku sampai sedalam ini mencintai orang yang keluarganya saja gemar menyakiti. Kuakui kehadiran El kembali berhasil menggoyahkan tembok hati yang sudah kubangun sejak lama.
1014.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 461 kali sebagai mencintai suami orang itu menyakitkan
Baca
+Pustaka
MAAF, ANAK IBU CUMA GURU SD!

MAAF, ANAK IBU CUMA GURU SD!

Aku tersentak kaget. “Dia berselingkuh dengan perempuan lain, Ma. Dia menyakitiku. Dia menodai pernikahan kami.” Karissa lagi-lagi tersedu. Rintihannya terdengar sekali perih. Aku bergeming. Iba, tapi di satu sisi itulah pilihannya. Suami yang dia banggakan, suaminya yang dulu kutentang, suami yang dia bela mati-matian. Rupanya kini hanya menghadiahkan luka untuknya.
10116.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.7K kali sebagai mencintai suami orang itu menyakitkan
Baca
+Pustaka
Di Balik Status WhatsApp Suamiku

Di Balik Status WhatsApp Suamiku

“Lo ngapain sih masih berhubungan sama suami orang? Udahin, Mbak, kasihan istri sama anaknya.” Aku tahu betul rasanya dikhianati, dan sakitnya menerima kenyataan saat pasangan kita lebih memilih orang lain. Jangan sampai Mona mendapat karma atas perbuatannya itu. “Gue nyaman sama dia, Lan.” aku Mona.
8.776.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai mencintai suami orang itu menyakitkan
Baca
+Pustaka
Mengejar Cinta Rania

Mengejar Cinta Rania

"Aku sudah bersusah payah merelakan suamiku untuk berhubungan denganmu, Ran. Apa kamu tidak berpikir perasaanku saat itu? Aku terluka, Ran, tapi aku berusaha tegar. Membayangkan suami yang aku cintai melakukan hal itu dengan perempuan lain, itu sangat menyakitkan, Ran." Suara Hana disertai tangisan membuatku terenyuh. Namun, itu tak ubahnya membuatku iba. "Itu bukan mauku, Mbak. Lagi pula, Mbak Hana nggak perlu sakit hati karena suamimu tidak memperlakukanku dengan kelembutan. Bahkan, aku dianggapnya hanya seperti binatang. Padahal, Mbak tahu sendiri bukan apa yang dirasakan perempuan yang baru melakukan itu pertama kali? Hanya sakit, Mbak. Dan itu yang aku rasakan. Bahkan, di sini aku yang
5.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 178 kali sebagai mencintai suami orang itu menyakitkan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Perasaan seperti ini memang berat, dan aku pernah mengalami sesuatu yang mirip dulu. Aku mencoba memahami bahwa cuma karena kita merasa 'tertarik' atau 'nyaman' dengan seseorang, belum tentu itu berarti kita harus menuruti perasaan itu. Pertama, aku mulai dengan membatasi interaksi—kalau bisa menghindari situasi yang memicu perasaan itu, kenapa tidak? Kedua, aku coba alihkan energi emosional itu ke hal lain: hobi, olahraga, atau bahkan menulis jurnal. Terakhir, aku ingatkan diri sendiri bahwa perasaan itu bisa datang dan pergi, tapi konsekuensi dari tindakan yang gegabah bisa permanen. Aku juga bicara dengan teman dekat yang netral, bukan untuk mencari pembenaran, tapi untuk mendengar sudut pandang lain.

Yang paling penting, aku belajar bahwa cinta bukan cuma soal perasaan, tapi juga komitmen dan tanggung jawab. Kalau kita benar-benar peduli pada orang itu, kita harus bisa menghargai kehidupan dan hubungannya—meskipun itu berarti kita harus mundur. Awalnya sakit, tapi lama-lama lega rasanya tahu kita tidak merusak sesuatu yang bukan milik kita.

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status