Hasratku Menjadi Candunya
Ujung bibirnya sedikit terangkat, membentuk senyum tipis yang nyaris tak terlihat.
“Apa bedanya antara malam ini dan besok malam?”
Kalimat sederhana itu, entah mengapa, membuat jantung Shiyu berdetak dua kali lebih cepat.
Ia menelan ludah, lalu berdeham pelan.
“Ka... kau baru pulang dari perjalanan jauh. Pasti lelah, kan? Mungkin sebaiknya malam ini kita istirahat dulu.”
Belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, sebuah tangan hangat tiba-tiba melingkar di pinggangnya.
인기 회차