Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tak Lagi Menua Bersama

Tak Lagi Menua Bersama

Kelak, dia tak perlu lagi minum obat tradisional yang pahit hingga membuatnya muntah. Tak perlu lagi pergi ke klinik untuk akupunktur berulang kali, dan tak perlu lagi menahan rasa sakit untuk suntik hormon penginduksi ovulasi. Dia telah memenuhi harapan orang tuanya, memberikan mereka seorang cucu. Kelak, semuanya akan kembali seperti semula, dan dia hanya akan mencintai Jennie seorang diri. Mengingat saat dia menggendong Mulan dan pergi, suara putus asa Jennie membuatnya merasa gelisah.
9.961.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai lelah menjadi lillah
Baca
+Pustaka
Istri yang Tak Didambakan

Istri yang Tak Didambakan

Bu Lastri tertawa kecil, memainkan rambutnya dengan gaya yang tidak sesuai dengan usianya. “Bagus, Bu! Followers Ibu pasti suka. Coba sekarang kasih caption dramatis yang bikin orang kepo.” “Misalnya… ‘Aku butuh lelaki sejati di hidupku’?” Bu Lastri tertawa genit. Andin mengacungkan jempol. “Pas banget! Udah, langsung posting aja.” Hendra menghela napas berat. “Astaga, pagi-pagi kalian sudah sibuk dengan ini lagi?”
105.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai lelah menjadi lillah
Baca
+Pustaka
Nasi Bungkus untuk Laila

Nasi Bungkus untuk Laila

" tangis Laila semakin kencang, suaranya sampai tak terdengar karena lemas. Laia terlelap dalam tangisnya, ia lelah, teramat lelah. Ia tak tahu bagaimana menghadapi hari esok. Hari ini saja begitu berat, entah sanggup atau tidak menjalani hari-hari berikutnya. *****
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai lelah menjadi lillah
Baca
+Pustaka
Lelang Istri

Lelang Istri

Galang langsung menatap tajam ke Azizah, "Bisa gak, sih? Kamu tuh bicara yang baik?! Aku tuh mau bicara, wajah kamu kaya gak suka gitu?" "Siapa yang gak suka, Mas? Aku capek, tadi ada rapat di sekolah. Jadi pulangnya agak sore," jelas Azizah, mencari alasan. Nyatanya memang saat ini dia kesal. "Sekolah lagi, sekolah lagi. Kapan sih kamu akan sadar kalau hasil yang kamu dapatkan menjadi seorang guru SD itu gak seberapa? Kamu itu lulusan S1, universitas terkemuka di Indonesia. Masa sih, kamu cuma mengharapkan gaji dari guru honorer doang? Buat mencukupi kebutuhan kamu sendiri aja gak cukup!"
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai lelah menjadi lillah
Baca
+Pustaka
ONE DAY IN MY LIFE

ONE DAY IN MY LIFE

"Ah! Kopi? Terimakasih Lily, bagaimana kau bisa membuatnya?" "Aku yang membuatnya Shella, berterimakasih lah padaku!" ucap Gael yang menghampiri Shella lalu duduk disebelahnya. "Kau terlihat sangat tidak bertenaga, setidaknya makanlah sesuatu untuk memulihkan kondisi mu!" Lily pun pergi dan melanjutkan makannya yang tertunda. "Terlihat sangat buruk bukan? Aku benar-benar sangat lelah dengan semua ini Gael! Hidupku benar-benar sangat berat."
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai lelah menjadi lillah
Baca
+Pustaka
Halalkan Aku Saat Hilal

Halalkan Aku Saat Hilal

Allaahu Akbar, Allaahu Akbar Asyhadu allaa illaaha illallaah Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah Hayya 'alashshalaah Hayya 'alalfalaah Qad qaamatish-shalaah, Qad qaamatish-shalaah Allaahu Akbar, Allaahu Akbar Laa ilaaha illallaah Terdengar suara Iqamah terdengar dari Masjid yang tempatnya tidak jauh lagi, Mazaya melangkahkan kaki dengan sedikit cepat dan diikuti oleh Daffa. "Ahh telat jamaah. Gara - gara kamu tau gak mas!" Katanya dengan tatapan tajam. Daffa bukannya marah justru tersenyum kecil saat melihat tingkah lucu Mazaya. *** Sedangkan ditempat lain, Mafaza tengah menunggu panggilan dari Asisten Dokter kandungan tempat ia periksa. Berkali - kali Liam - Suami menghubunginya dan memasti
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai lelah menjadi lillah
Baca
+Pustaka
Misteri Kematian di Kota Hema

Misteri Kematian di Kota Hema

Hingga dimana, sedikit celah mulai terlihat. "Na .. Na! Liat ... sedikit lagi berhasil." Lili menunjuk pada celah yang berhasil mereka usahakan. "Hah akhirnya ... akhirnya gue merasakan kepuasan dan kebahagiaan." Lili dengan cepat mengambil patahan teralis. "Congkel Na. Cepet! Gue percaya sama kemampuan ketika lo marah! Cepetan nggak ada waktu Na!"
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai lelah menjadi lillah
Baca
+Pustaka
Aku Lelah Denganmu, Mas!

Aku Lelah Denganmu, Mas!

Laila hanya tersenyum melihat ulah Shilla mengerjai ibu mertuanya. "Oke, tunggu ya?" Lisa. Lisa sibuk menyiapkan pesanan Laila dan Shilla. Mereka menunggu pesanan mereka, sesekali bercanda dan bercerita. Sedangkan dua orang menatap mereka dengan perasaan dengki. Romlah tak suka melihat Laila dan Shilla bahagia apalagi terlihat akur di depan mereka. "Kamu gak pantes bergaul sama Laila, Shill." celetukRomlah tiba-tiba. Selalu saja Romlah menunjukkan rasa tidak sukap kepada Laila.
1020.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 681 kali sebagai lelah menjadi lillah
Baca
+Pustaka
Zahira (Bukan Inginku Jadi Madu)

Zahira (Bukan Inginku Jadi Madu)

sanggah bu Shaha. Kuulas senyum terbaik, meski hati ini sebenarnya juga sangat kesal oleh tuduhan yang terus datang bertubi-tubi. “Anjing menggonggong, kafilah berlalu. Bu Shasa dan Pak Tristan pasti tahu istilah tersebut. Itulah yang sedang kami lakukan. Dari pada memperkeruh air yang sudah seperti comberan, lebih baik kami meninggalkannya dan fokus menciptakan oase baru yang lebih sehat dan bersih,” jelasku penuh perumpamaan.
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 161 kali sebagai lelah menjadi lillah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status