Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cinta yang Angkuh

Cinta yang Angkuh

Trey perlahan tarik wajahnya dari dadanya dan tangkup pipinya dengan lembut. “Yah, Trey?” Mata mereka saling menatap, sama-sama tersenyum dengan makna yang nggak perlu diucapkan. “Ini … cintaku.” Trey condongkan tubuhnya, cium lembut dahi Klara, ujung hidungnya, kedua pipinya yang halus, lalu akhirnya menutup semuanya dengan sebuah ciuman panjang di bibirnya.
109.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 372 kali sebagai kursi cinta
Baca
+Pustaka
Istri Bayangan Sang Miliarder

Istri Bayangan Sang Miliarder

“Cerita ini tidak akan ada, jika bukan karena dia ... ia yang mengajarkan saya bahwa cinta sejati selalu memiliki ... meski berarti saling merelakan.” Hening. Tak ada satu pun napas terdengar saat semua mata menatap ke layar raksasa yang kini tertulis sebuah kalimat penutup dari Seruni: “Cerita ini bukan kisah cinta sempurna. Ini tentang sebuah cinta ... yang bahkan, tak pernah dimulai”. Tepuk tangan membahana kembali. Blitz kamera kembali menyala. Seruni membungkuk pelan dan turun dari panggung. Namun sesaat setelah ia kembali duduk, lampu tiba-tiba padam.
1.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai kursi cinta
Baca
+Pustaka
Cinta  Usai Berpisah

Cinta Usai Berpisah

“Aku hanya ingin bicara. Lima menit saja.” Cinta menatapnya dengan dingin. Tak mau membuat keributan yang membuat Ciara curiga ia pun membuka pintu sedikit lebih lebar. “Masuk.” Di dalam, rumah itu sederhana, penuh dengan mainan, gambar krayon, dan aroma teh. Tempat yang hidup. Penuh cinta. “Mana suamimu?” tanya Abrisam, tanpa bisa menahan diri. “Pergi kerja. Pagi sampai malam,” jawab Cinta, menyusun cangkir dengan tangan gemetar yang coba disembunyikannya.
3.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai kursi cinta
Baca
+Pustaka
Cinta Segiempat

Cinta Segiempat

batinnya. Tak melihat tak mendengar .. Namun datangnya dari hati .. Tidak bisa dipungkiri itu benar memang benar .. Cinta itu ruang dan waktu .. Tak sekejap harus mau .. Cinta butuh ruang yang sepi .. Tuk mengutarakan hati .. Kamu aku bincang bincang .. Mau bilang cinta tapi takut salah .. Bilang tidak yaa .. Bilang tidak yaa ..
105.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai kursi cinta
Baca
+Pustaka
BIRUNYA CINTA CEO

BIRUNYA CINTA CEO

Cinta menarik nafas dalam-dalam berusaha menetralkan degup jantungnya yang begitu kencang. "Cinta nggak bisa. Cinta belum ingin menikah dan lagi aku tidak mencintai Sultan." kata Cinta. "Tapi sayang, semua sudah diatur. Papi sudah menerima lamaran om Julian." jawab Surya. "Dan untuk masalah cinta, mami rasa kamu bisa memupuknya dari sedikit nak! Seperti pepatah Jawa bilang, tresno jalaran saka kulino." saut Eliana.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai kursi cinta
Baca
+Pustaka
Istri Duke Adalah Putri Yang Terkutuk

Istri Duke Adalah Putri Yang Terkutuk

“….” Derian memandang lamat-lamat akan Qilistaria di sampingnya, yang masih bernafas dengan tersengal-sengal sehabis mereka berdua menyelesaikan prosesi penuh “Cinta”. Mata merahnya yang menyala dengan intens itu … menatap lembut sang istri yang berada dalam kungkungan dekapan lengannya, dan lekas menggerakkan jari-jemarinya itu tuk menghapus peluh pada wajah kekasih pujaan hati.
4.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai kursi cinta
Baca
+Pustaka
Cinta Cita

Cinta Cita

“Mereka senang-senang, tapi kamu masih sibuk miara sakit hati … sendirian.” “Aku …” Kasih buru-buru memutar kursi roda Cita agar menghadapnya. Kemudian, ia mengambil gelas di tangan Cita dan meletakkannya di meja bar. Setelahnya ia berjongkok dan tersenyum. “Cita, kami semua sayang sama kamu dan cuma pengen kamu hidup bahagia. Sekarang aku tanya, apa selama ini kamu bahagia?” Kasih melirik sebentar pada kedua orang yang sudah mendapatkan meja dan duduk di sana. “Jawab jujur!”
9.941.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai kursi cinta
Tampilkan Ulasan (29)
Baca
+Pustaka
Callah
kk othoorr..... baru keinget niyh duta sm dewi august lee aja kali yaa.... si dewinya dewa blm kedengeran ceritanya niyh hehhe... btw cerita kasih sendiri ada ga ya? smpe bab 17 mshbga diliatin siapa suami kasih... nebaknya awan siyh kandidat paling berpeluang hehhe bener ga kak?
herka ratri
nggak kerasa, bentar lagi ending, setelah bendarah darah akhirnya cita bisa bahagia di tengah tengah orang orang yang menyayanginya.. ditunggu cerita selanjutnya mbak beb kanietha.. siapa ya kira kira?berharapnya sih cerita nando, karena di selalu lewat di cerita lain dengan kejombloannya.. : D
Baca Semua Ulasan
Bukan Istri Cadangan

Bukan Istri Cadangan

Rasa yang telah kulupa kurasakan Tanpa tahu mengapa Yang kutahu inilah cinta Cinta karena cinta Tak perlu kau tanyakan Tanpa alasan cinta datang dan bertahta Cinta karena cinta Jangan tanyakan mengapa Tak bisa jelaskan karena hati ini telah bicara Cinta Karena Cinta – Judika Seketika Adskhan berbisik di telinga Caliana “Judika emang bisa ya tahu isi hati orang.” Ucapnya yang seketika membuat Caliana berjengit dan memandang suaminya itu dengan tatapan bingung. “Dia tahu kalau Neng Ana udah bikin hati Mas Adskhan bergetar sama rasa yang kayaknya gak diharap ada lagi.” Lanjutnya yang seketika membuat Caliana tersipu malu. “Jadi kalo Neng Ana nanya sama Mas Adskhan kenapa Mas Adskhan bisa cinta,
10180.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.5K kali sebagai kursi cinta
Baca
+Pustaka
Cinta Sejatinya

Cinta Sejatinya

"Tidak! Aku tidak mau cinta sejati bodoh itu, aku hanya ingin kamu. Aku mohon, beri aku kesempatan lagi." Mendengar Dimas yang selama ini menganggapnya sebagai dewi mengeluarkan kata-kata itu, Janet kehilangan ketenangannya dan menarik kerah Dimas dengan marah, "Kamu bilang siapa cinta sejati bodoh itu? Apa maksudmu? Tadi malam kamu bukan berkata begitu." "Ini bukan waktunya untuk membicarakan itu." "Tidak, kamu harus menjelaskan semuanya."
10.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 358 kali sebagai kursi cinta
Baca
+Pustaka
Bukan Perawan

Bukan Perawan

Kiana dan Davian bermain di lantai beralas karpet bulu tebal sedangkan Cinta menyusui Bara di kursi goyang yang seluruhnya dilapisi bantal tebal dan empuk. Sesekali Davian melirik ke arah Cinta lalu memberikan senyumnya. Cinta akan selalu membalas senyum Davian meski sebenarnya hatinya kesal karena menurut Cinta sekarang Davian cerewet. Diusianya yang masih belia, Cinta belum mengerti bagaimana harus menjadi istri yang baik terlebih selama ini Davian memanjakannya karena ingin merebut hati Cinta kembali.
1074.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai kursi cinta
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ada sesuatu tentang kursi cinta yang selalu bikin aku merinding. Di panggung, benda sederhana itu langsung menarik perhatian—seolah semua rahasia dan ketegangan berkumpul di sana. Aku suka memperhatikan bagaimana seorang penulis menempatkan kursi: di tengah ruangan, di sudut yang remang, atau bahkan berputar perlahan. Posisi dan kondisi kursi itu sendiri sudah bercerita tentang hubungan—apakah rapuh, nyaman, penuh luka, atau sekadar sandaran sementara.

Buatku kursi cinta adalah cara visual untuk menyuarakan hal-hal yang sulit diucapkan. Saat tokoh duduk, mereka membuka ruang untuk pengakuan; saat berdiri menjauh, kursi tetap seperti saksi bisu. Penulis memakainya untuk mempertegas dinamika kuasa: siapa yang mendapat kursi, siapa yang dipaksa berdiri, siapa yang membiarkan kursi tetap kosong—semua itu menunjukan hierarki emosional dalam adegan. Selain itu, kursi juga mempermudah koreografi emosi; gerakan kecil seperti menggeser kursi atau menarik napas di atas sandaran bisa menggantikan satu babak dialog panjang.

Aku masih ingat menonton sebuah drama yang menggunakan kursi sebagai memoar fisik—setiap bekas gores, lipatan kain, dan posisi kaki jadi petunjuk sejarah hubungan dua karakter. Itu membuat panggung terasa hidup dan berlapis-lapis. Jadi, ketika penulis memilih kursi cinta sebagai simbol, mereka sebenarnya memberi penonton alat untuk membaca, merasakan, dan menebak tanpa harus menuliskan semuanya secara gamblang. Bagi aku, itu adalah salah satu trik teatrikal paling jujur dan manis—sebuah benda biasa yang tiba-tiba menjadi saksi besar kisah cinta yang rumit.

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status