Ada Kembar Empat Di Balik Selimut
“Mereka sangat berisik.”
Enrio tak meragukan itu, tetapi … dalam sekejap telinganya sudah terbiasa mendengarkan keributan tersebut. Tangannya bergerak mengambil sepotong melon. Keduanya kembali terdiam, menonton dua pengasuh yang mulai kewalahan mengikuti kelincahan satu bocah yang paling aktif. Entah siapa namanya, tapi bocah yang satu itu yang paling menonjol di antara yang lain. Semua wajahnya mirip, hanya satu yang bisa dikenali Enrio. Cailey, yang perempuan. Carl, Calvin, dan Caleb yang mana, ia tak akan mengingatnya.
Helaan napas lembut yang terdengar membuat Enrio menoleh, menatap sisi wajah Angela yang ternyata juga iku mengamati si kembar. “Kau menghela napas.”