Dulu Aku Memahami, Kini Aku Melepaskan
Setiap kali ada acara kumpul keluarga, asisten wanita Steven kembali duduk di tempat yang seharusnya menjadi milikku.
Aku bertanya pada Steven, “Dia duduk di tempat istri pemilik rumah, kamu tidak mau mengatakan apa-apa?”
Steven menjawab dengan tidak sabar, “Kamu yang terlambat, jangan salahkan orang lain karena mengambil tempatmu. Kalau mau, duduk saja di kursi kosong sebelah sana. Kalau tidak mau, pergi!”
Ketika aku hendak berbicara, suara hati Steven kembali terdengar.
[Istriku, cepat marah ….]
[Bilang kalau kamu membutuhkanku dan hanya mau duduk di sampingku ….]
[Buktikan kalau kamu mencintaiku. Dengan begitu, aku baru bisa merasa tenang ….]
Kali ini, aku tidak lagi menuruti isi hatinya.