Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
MAHAR TANPA CINTA

MAHAR TANPA CINTA

Sepatu coklat dengan hak lima senti saja, tas coklat, make up super tipis cenderung natural. Nisha melihat di pihak lawan juga sudah lengkap pengacara dengan timnya, berbeda dia yang sendirian. “Saya minta kita berdoa dulu ya Pak, Bu. Kita berupaya untuk hasil yang terbaik, dan berdoa juga. Kalau kita sudah berupaya terbaik dan berserah pada Allah masih kalah, yaitu sudah ketentuan Yang Maha Kuasa. Tapi setidaknya kita sudah berupaya,” kata Nisha. Dia minta semuanya ikut berdoa.
10828 viewsCompletedAdded to Library 25 Times as lho kok marah
Read
+Library
MAWAR

MAWAR

Teriak Nico marah. Joan langsung kelabakan, tanpa melirik Mawar lagi dia langsung enyah dari hadapan majikannya itu. Mawar terkekeh, dia dengan santai berjalan melewati Nico, dia sengaja mengibaskan rambut indahnya yang yang basah hingga airnya menyiprat ke wajah Nico. "Shit! Kau membuat ku horny sayang," rengek Nico. "Awhs," Mawar mendesah kaget saat pria itu langsung mendekapnya dari belakang dan langsung melancarkan aksi cabulnya.
106.0K viewsOngoingAdded to Library 203 Times as lho kok marah
Read
+Library
Kau Lah Takdir Ku

Kau Lah Takdir Ku

teriak Sam marah melepar gelas ke arah televisi di ruang tengah. Bersambung.....
101.2K viewsOngoingAdded to Library 34 Times as lho kok marah
Read
+Library
Gairah Liar Tuan Mafia

Gairah Liar Tuan Mafia

Namun kali ini, bau busuk itu tidak berasal dari ruang rapat, melainkan dari ranjangnya sendiri. ​“Aku tidak pernah menyukai warna ini. Apalagi model murahan seperti ini,” batinnya dingin. Dada Alice mulai bergemuruh. Ada rasa sesak yang tiba-tiba menghantam, sebuah kombinasi antara amarah yang membara dan rasa sakit yang menyayat. Skenario terburuk mulai tersusun di kepalanya seperti kepingan puzzle yang mengerikan.
568 viewsOngoingAdded to Library 21 Times as lho kok marah
Read
+Library
Mahar Sepuluh Ribu

Mahar Sepuluh Ribu

"Loh, kok, Mas Dimas awalnya bilang mau kasih mas kawin sepuluh juta? Bagaimana bisa berubah tanpa memberi tahu aku, mas? Aku malu, apalagi Ibuku. Pasti banyak orang menggunjingkan pernikahan aku." "Ssst Ajeng. Yang penting sah nikahnya. Kalau kamu bukan wanita 'matre' kata ibu pasti kamu tidak mempermasalahkan hal itu. Sekarang kamu harus melayaniku. Aku ingin menikmati hakku sebagai suamimu, Jeng. Sudah dong, Sayang. Jangan cemberut. Dosa kalau kamu menolak Aku seperti tadi," Dimas melanjutkan kegiatannya. Niat Dimas hari ini akan sepuasnya menikmati manisnya pengantin baru malah jadi emosi mendengar kata-kata Ajeng yang terus merengek. "Huh, apa tidak berdosa Mas, kalau melamar bilang mas
1011.3K viewsCompletedAdded to Library 293 Times as lho kok marah
Read
+Library
Gelora berbahaya Kakak

Gelora berbahaya Kakak

Plakh Lily menampar pipi Lila begitu keras, dirinya marah dan kecewa atas Lila yang tetap saja membanggakan diri lebih darinya padahal posisi mereka sama saja. Lila ditampar bukannya marah, dia malah tersenyum penuh kemenangan. “Kita lihat saja nanti Lily. Nasibku lebih beruntung darimu seperti dulu dulu. Camkan itu!” tegas Lila penuh kesombongan. “Diam,” teriak Lily marah membuat Catlyn dan Marco berlari ke kamar Lila. “Ada apa ini?” tanya Marco. “Dad, Lily mengolokku dan menakutiku, bagaimana jika aku hamil nanti??” adu Lila
105.7K viewsOngoingAdded to Library 210 Times as lho kok marah
Read
+Library
Karma..! Selingkuh

Karma..! Selingkuh

Hardik Rony Evi hanya terdiam, dan menundukkan kepalanya saat Rony begitu marah kepadanya, Rony melanjutkan ucapannya, "Saya lagi kuatir dengan nama baik Gerry yang sudah kamu coreng, dan itu adalah nama baik keluarga kamu di daerah ini!!" Rony sangat marah melihat perilaku Evi Evi masih terdiam mendengar kemarahan Rony, namun dia tetap seperti tidak berdosa. Evi tetap merengek minta Rony mau melakukannya, namun Rony tetap menolak dengan tegas, dan segera meninggalkan Evi.
7.1K viewsOngoingAdded to Library 178 Times as lho kok marah
Read
+Library
Selir Kesayangan Suamiku

Selir Kesayangan Suamiku

PUNCAK KEMARAHAN RIO -POV AUTHOR- “Hay, sudah lama? Sorry ya, Koko tadi ada ketemu sama temen di bawah” kata Pohan menyapa mereka semua. “Its oke, gak masalah! Kenalin ini temanku, istri dari Mas Rio. Namanya Mbak Sifa, Mbak Sifa kenalkan dia temanku, namanya Koko Pohan,” ujar Gendhis ramah.
1015.0K viewsCompletedAdded to Library 481 Times as lho kok marah
Show Reviews (6)
Read
+Library
donalwilys
cerita yg bagus tp, dialog 2 orang dikasih keterangan siapa yg ngomong mulu. cukup akhiri pake tanda petik, trs ganti paragraf. misal, ucap gendis, tolak gendis, gurau gendis, bentak mama. yg baca jg tau maksud dialog 2 orang itu. pliss, belajar ngetik yg bener y biar kayak novel beneran. semangat
MOON
heh rio, gendis, pintu neraka sebelah kiri. cepat masuk kesana. thor, plisss lah bikin menyesal si pezina itu. pengen berkata kasar sama laki kegedean napsu. gundik gatel juga, berpengetahuan tapi kelakuan kayak iblis.
Read All Reviews
SUMPAH PELAKOR

SUMPAH PELAKOR

“Mati saja kamu sana, kena laknat Tuhan baru tahu!” “Gak takut dia sama doa istri sah, masuk neraka baru tahu!” “Heran pelakor sekarang makin PD tampil di depan umum, harusnya sih dipasung kayak orang gila, kan, otaknya nggak ada.”
102.9K viewsCompletedAdded to Library 111 Times as lho kok marah
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status