Mahar Sepuluh Ribu
"Loh, kok, Mas Dimas awalnya bilang mau kasih mas kawin sepuluh juta? Bagaimana bisa berubah tanpa memberi tahu aku, mas? Aku malu, apalagi Ibuku. Pasti banyak orang menggunjingkan pernikahan aku."
"Ssst Ajeng. Yang penting sah nikahnya. Kalau kamu bukan wanita 'matre' kata ibu pasti kamu tidak mempermasalahkan hal itu. Sekarang kamu harus melayaniku. Aku ingin menikmati hakku sebagai suamimu, Jeng. Sudah dong, Sayang. Jangan cemberut. Dosa kalau kamu menolak Aku seperti tadi," Dimas melanjutkan kegiatannya. Niat Dimas hari ini akan sepuasnya menikmati manisnya pengantin baru malah jadi emosi mendengar kata-kata Ajeng yang terus merengek.
"Huh, apa tidak berdosa Mas, kalau melamar bilang mas
Hot Chapters