Hajatan Tetangga
kataku sewot.
"Udah, Mah, diam!" suara suami meninggi.
Aku khilaf, suami selalu marah kalau ada kata kasar, bahkan kata bxxoh pun dia akan marah. kalau sudah begini aku pilih diam, aku tak ingin jadi istri durhaka.
Betul juga kata suami, mereka datang lagi, kali ini tawaran mereka makin tinggi.
"Kami bangun rumah ini, terus akan ada lima persen dari keuntungan perumahan ini untuk Bapak," kata Erwin.