Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius
Setelah itu, dia melirik tuwil yang ada di meja dan berkata sambil tersenyum, “Wah! Tuan Wira, kamu sudah bosan makan nasi, ya? Benar juga, kalau makan nasi sehari tiga kali, kamu juga bakal susah buang air besar karena terlalu nggak berserat.”
Di zaman dahulu, sanggup makan nasi sudah merupakan hal yang sangat dibanggakan.
Wira merasa pria paruh baya itu tidak asing, tetapi dia tidak bisa mengingat apa hubungan pria ini dengan pemilik tubuh sebelumnya.
“Pak Budi, kalau mau pamer kekayaan, balik saja ke Dusun Silali. Jangan pamer di Dusun Darmadi!”
Wulan berdiri di depan Wira dengan ekspresi galak, seolah-olah mau melindunginya.
Hot Chapters