Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Aku Juga Bisa Cantik, Nyonya.

Aku Juga Bisa Cantik, Nyonya.

Hingga tiba-tiba, Puspita menjerit kesakitan. "Auw!" Puspita mengadu kesakitan, sambil berusaha menahan jilbabnya agar tidak tanggal dari kepala. Rupanya Lidya menjambak penutup kepala itu. "Dasar perempuan tak tahu diri, pelakor!" Lidya memaki, sambil menampar wajah Puspita, hingga meninggalkan bekas merah di pipi mulus itu. Dana yang berada di samping Puspita, berusaha menarik tubuh istri mudanya, agar tak terjangkau Lidya. Tapi dia kalah sigap, Lidya berhasil meraih ibu satu anak itu, hingga tersungkur di lantai.
103.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 80 Beses bilang lidah perih
Read
+Library
Psycho Pathos

Psycho Pathos

Penderaan yang dilakukan Liana sudah tidak mampu lagi diterima oleh tubuh tuanya. Denyut rasa sakit yang menyerang tubuh Ahkam, kembali menciptakan jerit kesakitan yang menyayat hati, saat gadis remaja itu menyiramkan cairan alkohol pada luka di jari tangannya. “Jangan hanya menangis, Pa, keluarkan suaramu dan bicaralah. Untuk apa lidahmu menjulur keluar jika hanya mengeluarkan suara tidak jelas yang memekakkan telinga!” Hardik Liana. “Jika kau tidak suka berbicara lebih baik potong saja lidahmu!”
104.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 184 Beses bilang lidah perih
Read
+Library
Suamiku Duda Bisu

Suamiku Duda Bisu

Tengah malam Liora terbangun dengan tubuh menggigil. Seluruh badannya terasa tidak beres. Bagian atas tubuhnya panas seperti demam, sementara bagian bawahnya dingin hingga membuatnya bergetar. Pinggangnya terasa perih, seperti disiram air panas dari dalam. Ia menelan ludah, mencoba duduk. Kepalanya ringan, pandangannya sedikit berkunang.
103.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 121 Beses bilang lidah perih
Read
+Library
KELAKUAN SUAMI DAN SAHABATKU

KELAKUAN SUAMI DAN SAHABATKU

"Harusnya aku yang marah! Aku yang istrinya Mas Amar, Bukan kamu! Harusnya aku yang gak terima dengan semua ini, Bukan kamu!" pekik Nura. Ia hendak menampar Lidiya kembali, Tangannya sudah mengapung ke atas, namun tiba-tiba perutnya terasa sakit. Racun itu mulai bekerja. "Eugh.. a.. a.. kenapa perut aku sakit ?" Rintihnya sembari memegangi perutnya. Perlahan tangannya turun kembali. Lidiya tersenyum melihat racun itu mulai bekerja.
1053.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.1K Beses bilang lidah perih
Read
+Library
TRANSMIGRASI PEMBUNUH BAYARAN

TRANSMIGRASI PEMBUNUH BAYARAN

Dia berpikir hal itu dapat mengurangi rasa perih di leher gadis itu. " Lo ngapain? " Tanya Joana sambil menghindari tiupan Jay. " Meniup luka lo agar cepat kering. Kenapa? Bukankah dengan begitu lo gak akan merasakan sakit atau Perih!? " Jawab Jay dengan polosnya. Oh ayolah...
105.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 145 Beses bilang lidah perih
Read
+Library
Menanti Kabut dan Awan Berpaling

Menanti Kabut dan Awan Berpaling

"Aku sudah bilang, kamu harus pergi!" Setelah hawa panas di tubuhnya berangsur reda, Ardian baru menumpu tanganku dan memeriksanya dengan teliti. "Nggak ada yang sakit, ‘kan?" Dia tampak persis seperti seorang anak kecil yang telah berbuat salah. Sisi matanya memerah, matanya mencerminkan campuran rasa malu, rasa bersalah, serta kesedihan yang tidak dapat dibendung. "Lidia ...." Suaranya terdengar parau. "Supnya masih hangat, makan sedikit saja, ya?"
7.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 223 Beses bilang lidah perih
Read
+Library
PREV
1
...
456789
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status