Luna dalam Lara
"Aku... aku tidak tahu, Ayah."
"Kamu tidak apa-apa, kan, Nak?" tanya sang ayah.
"Aku baik-baik saja, Ayah," jawab Lidya, meskipun suaranya bergetar.
Malam itu, Lidya tidak tidur. Ia duduk di jendela, memeluk lututnya, menatap bulan yang bersinar. Bulan yang dulu ia lihat bersama Rizal, kini terasa begitu dingin dan jauh. Janji-janji manis yang dulu terasa nyata, kini berubah menjadi bayangan yang menghantuinya. Yang ia rasakan bukanlah dendam pada Rizal, tetapi dendam pada dirinya yang dulu.
Bab Populer