Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pembalasan Sang Dokter Jenius

Pembalasan Sang Dokter Jenius

Hawa dingin itu begitu pekat dan menusuk, membawa serta aroma samar ozon dan tanah basah yang busuk. Lampu bohlam di atas kepala Joko berkedip-kedip liar seperti kaset rusak, mengeluarkan suara mendesis yang aneh. Filamen di dalamnya berpendar merah membara sesaat, sebelum akhirnya padam total dengan suara PLOP! yang pelan namun final. Kegelapan pekat langsung menelan ruangan itu. Joko hendak menarik tangannya, namun ia terlambat.
1021.2K viewsCompletedAdded to Library 804 Times as light off
Read
+Library
Cahaya Lilin

Cahaya Lilin

Mereka bisa kapan saja dikembalikan ke laut atau mungkin parahnya, akan dikembalikan ke negara mereka lagi. Imron, melangkah ke atas brangkar dan tenggelam dalam pelukan ibunya. Ia meminta untuk minum ASI, kemudian terlelap tidur. Masyitah membaringkan anak bungsunya itu tepat di samping kanannya. Dan melanjutkan pembicaraannya dengan Sofiyah. Yazid bergegas untuk mengambil air mineral di atas tumpukan kardus di sudut kamar itu. Tidak sengaja badannya bertabrakan dengan seorang wanita.
2.3K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as light off
Read
+Library
Dead&Queen

Dead&Queen

"LED portable." Cahaya biru muda menyala, menerangi wajah mereka yang tiba-tiba hanya terpisah 30 cm. Alma bisa melihat butiran air hujan yang masih menempel di rambut Gio, bayangan bulu matanya yang jatuh di pipi, dan— *Blink.* Lampu LED berkedip. "Baterai low," bisik Gio. Suaranya tiba-tiba berat. "Jadi... gimana? Lo mau ambil risiko lanjutin kerja, atau kita main aman aja?"
1.4K viewsCompletedAdded to Library 38 Times as light off
Read
+Library
Cahaya yang Tertunda

Cahaya yang Tertunda

Saat kembali membuka mata, aroma disinfektan yang menyengat membuat Winda batuk-batuk keras. Matanya berkunang-kunang menatap langit-langit putih, lalu terdengar suara Tama yang hangat dan berat di telinganya. "Sudah sadar? Bagaimana perasaanmu?" "Lina!" Dia langsung duduk tegak, tidak peduli rasa sakit karena jarum infus tertarik, dan seperti orang gila berusaha menyingkirkan selimut untuk turun dari tempat tidur.
27.2K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as light off
Read
+Library
My Light

My Light

“Apapun, bisa memancing emosi ya?” Rafan mengembuskan napas panjang, kemudian beranjak dari duduknya dan berbaring telungkup. Hm, tadi itu? Terlihat jelas sekali. Saat didekati oleh Liana, Rafan sempat mengamati sebentar Levan Ambara. Rafan mendengkus kesal, setiap kali memikirnya berakhir emosinya terpancing. Pada akhirnya, memilih menepis dan mencoba untuk tidur.
106.9K viewsCompletedAdded to Library 256 Times as light off
Read
+Library
PREV
1
...
345678
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status