Menantu Kaya Dipuja, Menantu Miskin Dihina
ucap Malik, kemudian ikut mengusap wajah Lika, menyeka air matanya.
“Kamu pasti bisa punya banyak teman di sini, Lik, walau aku pergi,” ucap Lika kepada Malik.
“Iya, tapi, nggak senyaman sama kamu,” jawab Malik. Hati Lika semakin terasa sesak. Kemudian dia tersenyum.
“Biarkan waktu yang bisa menjawab Lik. Aku akan pulang atau tidak, aku pasrah sama takdir,” jawab Lika. Malik mendesah. Tak tahu lagi dia mau ngomong apa.