Antara Dendam dan Cinta
Dia menaiki wanita yang sudah lemah tak berdaya itu, tanpa pemanasan memasukkan miliknya yang tegang dengan hentakan yang kuat dan dalam.
“Araghhhh!” Lucy melonglong kesakitan, belum siap miliknya menerima milik Robin. Sementara lelaki di atasnya mengeram, merasakan kenikmatan jepitan di bawahnya.
Bahkan tanpa memberikan waktu untuk menyesuaikan diri, Robin memompa bagian bawahnnya dengan keras, mendesak sampai menyentuh bagian terdalam rahim wanita itu. Matanya terpejam, meresapi kenikmatan surgawi yang sudah sering dimasukinya. Sesekali dia akan menampar Lucy, membuat wanita itu terpekik di sela deru napasya yang tak teratur.